Minggu, 23 Agustus 2020

  Prosedur Kerja Produksi Televisi 

(PRODUKSI SIARAN TV PERTEMUAN 1 dan 2)

Pada saat membuat program televisi seluruh profesi produser, jurnalis, sutradara, editor dan quality control harus mengikuti prosedur/persyaratan yang biasa dilakukan agar menghasilkan program televisi yang berkualitas. Membuat program televisi akan melewati tahapan yang sangat sulit/rumit, panjang, dan melibatkan banyak orang. Tetapi hasil siarannya pemirsa jadi mudah mengerti bahkan terhibur. Tingkat kesulitan juga bervariasi berdasarkan beban kru produksi, peralatan, pengisi acara (artis, narasumber) dan lokasi pelaksanaan produksi dieksekusi. Adapun panjangnya proses produksi televise berdasarkan tahapan perencanaan sampai siap tayang, yang harus dilakukan dengan team work (kerjasama tim) yang solid.
Produksi televisi bukan pekerjaan individual tetapi pekerjaan tim. Apabila sebuah program televise dapat dimengerti maknanya, menghibur, dan pemirsa puas menyaksikannya, apresiasi kesuksesan yang harus diberikan kepada tim produksi yang bekerja, bukan kepada seorang diantaranya saja. Walaupun pemirsa mengetahuinya orang yang populer adalah mereka yang muncul di layar kaca atau salah satu diantaranya.

B.   Proses Produksi Siaran Televisi
Dalam proses pembuatan sebuah film atau acara televisi, terdapat beberapa tahapan yang harus diperhatikan, yang mana tahapan-tahapan ini sangat penting dan berpengaruh terhadap hasil sebuah siaran yang akan ditanyangkan. Adapun tahapan-tahapan tersebut antara lain:

1.    Pre Production Production Planning
Merupakan tahap perencanan dan persiapan dari sebuah produksi, tahap ini meliputi :
a.    Ide atau gagasan, yaitu penemuan atau pemilihan ide apakah menarik dan layak dijadikan sebuah program. Kemudian dilanjutkan dengan riset dan pengembangan program tersebut.
b.    Pembuatan naskah kasar serta treatment produksi dari hasil pengembangan gagasan dan riset.
c.    Perencanaan awal, tahap ini meliputi perencanaan interpretasi produksi, stage desain, tata cahaya, tata suara, make-up, wardrobe dan fantastic teknik.
d.    Pengadaan casting dan menentukan artis, kemudian blocking dan penyempurnaan naskah.
e.    Perencanaan teknis, tahap ini untuk menentukan peralatan yang dibutuhkan sesuai konsep seperti pemilihan kamera, perencanaan grafis, konstruksi produksi, penyelesaian admininstrasi kontrak dan perijinan, budgeting serta pemantapan produksi.
f.     Rehearsal script, yaitu naskah yang digunakan untuk persiapan ketika latihan, dalam naskah ini sudah tercantum secara detil tentang setting, karakter, dialog dan adegan.
g.    Pra-studio rehearsal, dimulai dengan briefing kru serta reading para pemain yang dipimpin oleh sutradara atau pengarah acara. Pengarah acara mengarahkan pemain, blocking, posisi, pengadeganan sesuai dengan treatment yang dibuat.
h.    Run trought, dimana rehearsal studio dilakukan mulai dari blocking kamera, tata cahaya, tata artistic dan pemain melakukan latihan hingga terbiasa dan nyaman di studio[4]

2.    Produksi
Pada tahap produksi pengambilan gambar (shooting video) dilakukan, idealnya hingga tuntas. Kebutuhan shooting video sebelumnya telah dirumuskan pada tahap pra produksi, idealnya dalam bentuk story board yang mencakup banyak informasi termasuk sudut pengambilan gambar (angle). Pada kebanyakan film komersial, kegiatan shooting merupakan tahapan kegiatan yang berbiaya produksi paling tinggi disebabkan keterlibatan banyak kru, pemain (actor/aktris) iru sendiri, serta pemakaian alat-alat canggih yang dibayar sebagai sewa harian. Karena itu dapat dengan mudah dipahami bahwa kegiatan Pra Produksi yang baik dapat menuntun jalannya kegiatan produksi agar berjalan dengan efektif dan efisien.
Proses produksi melalui beberapa tahapan yaitu :
a.    Organisasi pelaksanaan produksi
Agar produksi berjalan lancar dan sukses, Produser perlu menunjuk pembantu-pembantunya untuk menangani pekerjaan-pekerjaan produksi program televisi. Karena banyaknya jenis program yang membutuhkan keahlian yang bermacam-macam, maka seorang produser tidak mungkin untuk menagani sendiri.
Oleh karena itu, perlu dibentuk organisasi produksi. Suatu produksi televisi melibatkan banyak orang misalnya artis, crew, dan fungsi-onaris lembaga penyelenggara, polisi, aparat setempat dimana shooting dilakukan dan pejabat terkait dengan perizinan. Organisasi pelaksanaan disusun dengan rapi dengan memperhatikan kualifikasi kemampuan, produser pelaksana mengkoordinir bendahara dan juru bayar, secretariat yang mengurus surat menyurat dan perizinan.
Organisasi lapangan diserahkan kepada seorang Unit Manager yang mengoordinasikan pekerjaan dari sisi organisasi dan artistic. Berarti manager unit menjadi penghubung antara unit organisasi di bawah secretariat dan unit artistic di bawah sutradara. Bidang yang langsung di bawah koordinasi manager pelaksana unit adalah perizinan, transportasi, konsumsi, dan akomodasi. Sedangkan lokasi, setting/dekorasi, property, kostum, dan make-up serta pelaksana lapangan berada di bawah koordinasi unit manager, tetapi pekerjaan-pekerjaan yang terkait dengan artistic dibawah koordinasi seorang art director atau art designer. Sutradara dalam bekerja dibantu oleh art director dan kameraman yang mengoordinasikan pekerjaan yang ditangani oleh piƱata cahaya dan penata sound. Sutradara merupakan orang yang bertanggungjawab kepada produser.[5]
Setelah perencanaan dan persiapan matang, maka pelaksanaan produksi dimulai. Pengarah acara memimpin jalannya produksi bekerjasama dengan kru dan artis yang terlibat. Masing-masing kru melaksanakan tugasnya seperti rehearsal yang telah dilakukan sebelumnya dan sesuai naskah maupun rundown yang ada.

b.    Macam-macam produksi
1)    Produksi lapangan
a)    ENG (Electronic News Gathering). Produksi berita elektronik. Proses rekaman video jenis berita dengan menggunakan peralatan yang mudah di bawa (portable) misalnya camera dengan vcr portable dan satu microphone dengan crew seorang juru kamera disertai seorang sutradara yang sekaligus merangkap sebagai reporter.
b)    EFP (Electronic Field Production). Produksi lapangan elektronik. Sama dengan ENG, hanya jenis program yang di produksi adalah documenter, sinetron, (film style).
c)    MCR (Multi Camera Remote). Produksi lapangan dengan menggunakan camera lebih dari satu, dengan dibantu peralatan lain seperti switcher, tv monitor, sound audio system. Produksi yang direkam adalah sinetron, music, olahraga dan lain-lain.
2)    Produksi studio
a)    Live program, yaitu program yang disiarkan secara langsung, tahap produksi merupakan tahap akhir dalam suatu proses, kebanyakan program seperti berita, olahraga, upacara kenegaraan disiarkan secara langsung.
b)    Video tapping, yaitu program yang direkam dengan video/video cassette.
c)    Live on tape, yaitu produksi yang berlangsung terus tanpa berhenti sampai akhir program, editing hanya dalam hal-hal khusus (insert editing).[6]
3.    Pasca produksi
Merupakan sebuah bagian terpenting dari semua rangkaian produksi. Pasca produksi menitik beratkan kepada proses video dan audio editing. Maksud dari dilakukannya 42 proses video dan audio editing adalah untuk menggoreksi hasil produksi, dengan cara menambahkan elemen –elemen tambahan seperti background music dan special effect. Tahapannya sebagai berikut :

a.    Capturing
Proses capture gambar terjadi pada editing ninlinier, yaitu mentransfer audio visual dari kaset digital ke dalam hard disk computer. Sehingga materi editing sudah dalam bentuk file, apabila menggunakan editing linier langsung produksi logging gambar.
b.    Logging
Logging gambar adalah membuat susunan daftar gambar dari kaset hasil shooting secara detail, disertai dengan mencatat time code-nya serta di kaset berapa atau nama file apa gambar itu berada. Hal ini akan memudahkan proses editing selanjutnya.
c.    Editing pictures
Penyuntingan (editing) adalah kata kunci dalam proses ini. pada tahap ini semua footage telah dikumpulkan selama produksi, selajutnya disusun dan dirangkai menjadi produk final (final product).
d.    Editing sound
Penyuntingan suara disinkronkan dengan gambar, serta menghidupkan suasana melalui ilustrasi musik. Bila membutuhkan sound effect tentunya akan memperjelas atmosfer dominan atau yang ingin ditonjolkan.
e.    Final cut
Sekarang peralatan yang digunakan dan kompleksitas ilustrasi music (soundtrack), menentukan bahwa materi program sudah dapat membaur (mix) suara pada tahap online. Dibutuhkan studio audio untuk mengerjakan bauran suara final (final mixing). Program yang sudah lengkap sekarang disebut “master”.[7]

4.    Transmisi dan evaluasi
Stasiun televisI dalam persaingan industrI media, ketika menjalankan usahanya perlu memikirkan strategi dan perkembangan system pemasarannya, yaitu meraih perhatian, pikiran dan hati konsumen (klien). Disinilah peran departemen marketing sangat kuat dalam menentukan program yang akan on air, bertahan atau tidak layak dipertahankan. Ada tiga pilar penting dalam departemen marketing televisi yakni marketing, sales dan traffic.
a.    Marketing
Menurut Philip Kotler (2002) marketing atau pemasaran adalah suatu proses social dan manajerial yang di dalamnya individu dan kelompok mendapatkan apa yang mereka butuhkan dan inginkan dengan menciptakan, menawarkan dan secara bebas mempertukarkan produk yang bernilai dengan pihak lain.apabila dalam industry televise, maka program sebagai produk harus diproduksi secara kreatif sehingga laris di pasar melalui analisa terukur dari departemen marketing.
Pada hakikatnya departemen marketing merupakan dapur media televisi komersil yang menentukan arah dan tujuan dari suatu industri televisi. Marketing menetapkan strategi menyusun kekuatan dan menghadapi competitor, feasibility study, target merebut market dan audien sasaran, membuat panduan marketing gathering, menetapkan rate card, memutuskan bidding big event, dan melayani klien (agency dan pemilik brand/produk).
Sedangkan sales merupakan pendamping marketing yang menfokuskan pada prospek penjualan yang sebesar-besarnya. Sales harus membuat transaksi dengan output pencapaian target penjualan atau kegagalan target penjualan (achievement target atau failure target). Apabila sales representative berhasil mencapai target akan mendapat reward (bonus) sedangkan kegagalan maka konsekuensinya punishment. Posisi sales berada ditengah-tengah atau netral sebagai eksekutor diantara marketing dan traffic.
Traffic adalah proses realisasi dari kinerja marketing dan sales. Seluruh progress report marketing dan sales berupa MOU ataupun Media Order dengan klien selanjutnya direalisasikan dalam rundown siaran iklan. Sehingga siaran iklan akan lancar tanpa gangguan, materi iklan harus melalui digitize ke MCR/LTO dan terjadwal dalam rundown. Output akhir traffic adalah Log Proof siaran iklan berbentuk print out dan audio visual/VCD.
b.    Trails
Trails (audience evaluation/program rating, informal audience feedback [phone calls, letter, and audience response to advertisers commercials constitute more informal audience feedback]) preview sudah dapat dilakukan evaluasi awal terhadap program yang sudah selesai di produksi.
c.    Transmission
Mentransmisikan program siaran kepada pemirsa.[8]

C.   Strategi Penayangan
Head –Sterling (1982) menyatakan bahwa stasiun televise memiliki sejumlah strategi dalam upaya menarik audien masuk ke stasiun sendiri dan menahan audien yang sudah ada untuk tidak pindah saluran atau mencegah tidak terjadi aliran audien keluar, yaitu:
1.    Head to Head
Suatu program yang menarik audien yang sama sebagaimana audien yang dimiliki satu atau beberapa stasiun televise saingan. Dalam hal ini, stasiun televisi mencoba menarik audien yang tengah menonton program televisi saingan untuk pindah ke stasiun televisi sendiri dengan menyajikan program yang sama dengan stasiun saingan.
2.    Program Tandingan
Adalah strategi untuk merebut audien yang berada di stasiun saingan untuk pindah ke stasiun sendiri dengan cara menjadwalkan suatu program yang memiliki daya tarik berbeda untuk menarik audien yang belum terpenuhi kebutuhannya.
3.    Bloking Program
Adalah dimana audien dipertahankan untuk tidak pindah saluran dengan menyajikan acara yang sejenis selama waktu siaran tertentu. Misalnya menyajikan program sinetron atau drama komedi sepanjang malam.
4.    Pendahuluan Kuat
Strategi untuk mendapatkan sebanyak mungkin audien dengan menyajikan program yang kuat pada permulaan segmen waktu siaran, misalnya menyajikan program berita local atau kriminalitas yang kuat pada awal waktu siaran day time(sekitar jam 10.00 atau 11.00) sebagai pengantar menuju program berita nasional.
5.    Strategi Buaian
Ini strategi untuk membangun audien pada suatu acara baru atau meningkatkan jumlah audien atas suatu program yang mulai mengalami penurunan popularitas. Caranya adalah dengan menempatkan acara bersangkutan di tengah-tengah diantara dua program unggulan.
6.    Penghalangan
Dengan cara melakukan perubahan jadwal program secara cepat. Misalnya, menyajikan suatu seri film baru yang memiliki durasi waktu yang panjang.
7.    Strategi Lainnya
Adalah dengan tetap mempertahankan program-program yang berhasil pada posisinya yang sekarang. Stasiun televise yang akan menayangkan program unggulan sebaiknya memilih waktu siaran pada saat tersedia banyak audien misalnya pada saat prime time.

DASAR DASAR PERIKLANAN & PUBLIKASI (PERTEMUAN 1)

Iklan, pastinya sudah sering kita lihat, entah itu di media masa seperti koran, majalah, televisi, radio, dan sebagainya. Iklan juga dapat memberikan informasi kepada kita tentang suatu produk, entah yang berupa barang maupun jasa. Lalu, sebenarnya apa yang dimaksud dengan iklan itu? Serta apa fungsi dari iklan tersebut? Mari kita bahas di sini.




Periklanan merupakan salah satu alat yang paling umum digunakan perusahaan untuk mengarahkan komunikasi persuasif pada pembeli sasaran dan masyarakat. Periklanan pada dasarnya adalah bagian dari kehidupan industri modern. Kehidupan dunia modern saat ini sangat tergantung pada iklan.

Tanpa iklan para produsen dan distributor tidak akan dapat menjual produknya, sedangkan disisi lain para pembeli tidak akan memiliki informasi yang memadai mengenai produk barang dan jasa yang tersedia di pasar. Apabila hal itu terjadi maka industri dan perekonomian modern pasti akan lumpuh. Apabila sebuah perusahaan ingin mempertahankan tingkat keuntungannya, maka ia harus melangsungkan kegiatan periklanan secara memadai dan terus-menerus.

Menurut M. Suyanto (2007: 143) mendefinisikan ”Periklanan adalah penggunaan media bauran oleh penjual untuk mengkomunikasikan informasi persuasif tentang produk, jasa atau pun organisasi dan merupakan alat promosi yang kuat”.

Peranan periklanan dalam pemasaran suatu produk adalah untuk membangun kesadaran (awareness) terhadap keberadaan produk yang ditawarkan, menambah pengetahuan konsumen tentang produk yang ditawarkan, membujuk calon konsumen untuk membeli dan menggunakan produk tersebut dan untuk membedakan diri perusahaan   satu dengan perusahaan yang lainnya.

Definisi periklanan menurut Henry Simamora adalah sebagai berikut:
Periklanan adalah komunikasi non pribadi melalui bermacam-macam media yang dibayar oleh sebuah perusahaan bisnis atau organisasi nirlaba atau individu yang dalam berbagai cara teridentifikasi dalam pesan periklanan dan berharap menginformasikan atau membujuk anggota-anggota dari pemirsa tertentu. (Henry Simamora, 2000: 756).
Periklanan terfokus pada media massa seperti surat kabar, televisi, radio dan papan iklan. Periklanan menawarkan keunggulan signifikan diatas teknik promosional lainnya. Periklanan dapat menjangkau beribu-ribu pemirsa. Meskipun orang sering kaget saat mendengar harga iklan yang bernilai ratusan ribu rupiah per detik tayangan, tetapi sebenarnya dapat dibayangkan berapa jumlah pemirsa yang sanggup dijangkau lewat iklan tersebut.

Banyak konsumen yang menaruh kadar prestis kepada media massa yang digunakan dalam periklanan. Merupakan kenyataan sederhana bahwa sebuah produk yang di iklankan secara nasional dapat mengukur citra produk tersebut.

Inti dari periklanan itu sendiri merupakan suatu alat yang digunakan oleh pembeli/ penjual, setiap orang termasuk lembaga non laba atau dengan kata lain, periklanan dapat dipandang sebagai kegiatan pemasaran kepada suatu kelompok masyarakat baik secara lisan maupun dengan penglihatan suatu produk, jasa atau ide.

Seiring pertumbuhan ekonomi iklan menjadi sangat penting karena konsumen potensial akan memperhatikan iklan dari produk yang dibelinya. Menurut Terence A. Shimp (2003), secara umum periklanan mempunyai fungsi komunikasi yang paling penting bagi perusahaan bisnis dan organisasi lainnya yaitu:
  1. Informing (memberi informasi) membuat konsumen sadar (aware) akan merek-merek baru, serta memfasilitasi penciptaan citra merek yang positif. 
  2. Persuading (mempersuasi) iklan yang efektif akan mampu mempersuasi (membujuk) pelanggan untuk mencoba produk atau jasa yang diiklankan. 
  3. Reminding (mengingatkan) iklan menjaga agar merek perusahaan tetap segar dalam ingatan para konsumen. Periklanan yang efektif juga meningkatkan minat konsumen terhadap merek yang sudah ada dan pembelian sebuah merek yang mungkin tidak akan dipilihnya. 
  4. Adding Value (memberikan nilai tambah) Periklanan memberikan nilai tambah pada merek dengan mempengaruhi persepsi konsumen. Periklanan yang efektif menyebabkan merek dipandang lebih elegan, bergaya, bergengsi dan lebih unggul dari tawaran pesaing. 
  5. Assisting (mendampingi) peran utama periklanan adalah sebagai pendamping yang memfasilitasi upaya-upaya lain dari perusahaan dalam proses komunikasi pemasaran. Sebagai contoh, periklanan mungkin digunakan sebagai alat komunikasi untuk meluncurkan promosi-promosi penjualan seperti kupon-kupon dan undian. Peran penting lain dari periklanan adalah membantu perwakilan dari perusahaan.

Sabtu, 15 Agustus 2020

 

Memanfaatkan Kedahsyatan Komunikasi Interpersonal Dalam Pelayanan Prima

Oleh : Rostini Anwar M.I.Kom

 

Sebagai seorang yang sangat mencintai dunia pendidikan, penulis  merasa geli bila mengamati perilaku beberapa peserta diklat yang tidak betah mengikuti proses pembelajaran.  Perilaku tersebut antara lain keluar masuk kelas, main-main dengan telepon seluler, menggambar atau corat coret di buku catatan, saling mengirim pesan singkat sesama peserta diklat, dan masih banyak lagi perilaku yang kurang mendukung proses pembelajaran.
Mengapa demikian?  Setelah mendengar obrolan peserta diklat pada waktu istirahat ada diantara mereka yang mengeluhkan cara berkomunikasi pemberi materi yang seringnya hanya satu arah, kurang merespon tanggapan peserta, menjaga jarak dengan peserta, hanya duduk saja sambil berbicara, dan seterusnya. Bertolak dari hal tersebut, dalam tulisan ini akan dibahas bagaimana seorang pemberi materi baik itu sebagai widyaiswara, dosen, maupun guru untuk memanfaatkan dan menerapkan komunikasi interpersonal  dalam proses pembelajaran.


APA KOMUNIKASI INTERPERSONAL?

Komunikasi interpersonal adalah komunikasi yang terkandung dalam tatap muka dan saling mempengaruhi, mendengarkan, menyampaikan pernyataan, keterbukaan, kepekaan yang merupakan cara paling efektif dalam mengubah sikap, pendapat dan perilaku seseorang dengan efek umpan balik secara langsung. Komunikasi interpersonal oleh Devito dalam Liliweri (1991) didefinisikan sebagai pengiriman pesan-pesan dari seseorang dan diterima oleh orang lain atau sekelompok orang dengan efek dan umpan balik secara langsung. Selanjutnya bahwa komunikasi interpersonal, individu selain menunjukkan perhatian juga menunjukkan seberapa jauh perhatian itu diberikan. Semakin besar interaksi interpersonal yang ada menunjukkan semakin besar perhatian seseorang pada orang lain yang diajak komunikasi, sebaliknya semakin sedikit komunikasi interpersonal yang terjadi semakin kecil orang memperhatikannya.

 

YANG PERLU DIPERHATIKAN DALAM KOMUNIKASI INTERPERSONAL

Dari beberapa pengertian tentang komunikasi interpersonal di atas, ada beberapa aspek yang harus diperhatikan dalam menerapkan komunikasi jenis ini, yaitu tatap muka, mendengarkan, keterbukaan, kepekaan, dan umpan balik secara langsung.

 

Tatap Muka 

Seseorang merasa dihargai bila ditatap wajahnya pada waktu berkomunikasi, walaupun ada beberapa orang yang tidak senang karena alasan budaya atau agama misalnya. Menatap seseorang biasanya antara 1 sd 2 detik, kecuali ada hubungan yang dekat atau ada alasan tertentu. Dengan melihat raut muka orang yang Anda ajak berkomunikasi, kalau dalam proses pembelajaran dengan melihat raut muka peserta diklat, mahasiswa, atau murid, Anda dapat secara langsung mengerti apa yang sedang mereka pikirkan dan rasakan, apakah dia setuju atau sebaliknya dengan Anda, dan sebagainya.


 

Mendengarkan

Bagaimana perasaan Anda seandainya pada waktu berbicara tidak ada yang mau mendengarkan? Tentu merasa jengkel, terhina, sakit hati, diremehkan, tidak dipedulikan, dsb. Sebaliknya bagaimana perasaan Anda jika waktu berbicara orang lain mau mendengarkan? Pasti merasa senang, puas, dihargai, dipedulikan, dan akhirnya terbina hubungan baik. Dalam proses pembelajaran ketrampilan mendengarkan senantiasa harus ditingkatkan baik oleh peserta maupun pemberi materi. Beberapa hal yang menghambat proses mendengarkan sudah seharusnya dapat diminimalisir. Hambatan itu antara lain sibuk dengan diri sendiri, sibuk dengan masalah-masalah eksternal, terpengaruh apakah yang bicara ada faktor kawan atau lawan, dan hanya mendengar hal-hal yang diharapkan. Seorang pemberi materi akan memperoleh rasa hormat bila dia mampu mendengarkan emosi dan pikiran orang lain. Sikap yang mampu mendengarkan dengan penuh perhatian, untuk segala sesuatu yang dikatakan, akan menjadikan dia semakin berkualitas. Mendengarkan membutuhkan sikap rendah hati dan jiwa besar dalam kualitas diri yang cerdas bertoleransi, berempati, dan melayani. Pendengar yang baik pasti mau mengetahui apa yang dipikirkan orang lain. Biasanya, seorang pemberi materi terbaik selalu menyimak dengan cerdas tentang apa yang dikatakan orang lain, dan bila apa yang dia dengarkan masuk akal baginya, maka dia akan menjadikannya sebagai pengetahuan untuk pengembangan ide-ide kreatifnya. (Djajendra,2012)


Keterbukaan

Terbuka dan spontan mencerminkan pikiran positif dalam berkomunikasi. Keterbukaan hati dan telinga penuh kesadaran mendengarkan baik yang terdengar maupun yang dirasakan, keterbukaan diri terhadap orang lain, kebersamaan dan hubungan, keterbukaan terhadap kesepakatan dan tidak mudah memilih konflik.


Umpan Balik

Umpan balik adalah masukan atau pendapat orang lain tentang kita, berdasarkan pengamatan dan perasaan orang tersebut waktu berinteraksi dengan kita. Dalam komunikasi interpersonal harus ada keseimbangan antara komunikator dan komunikan sehingga tidak ada yang mendominasi.


HAL-HAL YANG MEMPENGARUHI KOMUNIKASI INTERPERSONAL?

 

 

 

Citra Diri , Citra diri adalah bagaimana cara seseorang melihat dirinya sendiri. (LAN RI, 2008). Setiap orang merupakan gambaran tertentu mengenai dirinya, status sosialnya, pendidikannya,  dan lain-lain tentang dirinya. Citra diri menentukan bagaimana seseorang melihat dirinya baik secara positif maupun negatif, melihat kelebihan dan kekurangannya. Cara melihat diri sendiril ini mempengaruhi bagaimana seseorang bergaul dan menempatkan diri diantara orang lain yang pada gilirannya menentukan bagaimana seseorang berkomunikasi. Citra Orang Lain, Citra pihak lain juga menentukan cara dan kemampuan orang berkomunikasi. Di pihak lain, yaitu orang yang diajak berkomunikasi mempunyai gambaran khas bagi dirinya. Kadang dengan orang yang satu komunikatif, lancar, tenang, jelas dengan orang lainnya tahu-tahu jadi gugup dan bingung. Ternyata pada saat berkomunikasi dirasakan campur tangan citra diri dan citra pihak lain.(Kajian Pustaka, 2012)

Kecerdasan Emosional, Kecerdasan Emosional adalah kemampuan merasakan, memahami dan secara efektif menerapkan daya serta kepekaan emosi sebagai sumber energi, informasi, koneksi, dan pengaruh yang manusiawi. (Goleman, 2004).  Kemampuan seseorang menggunakan pancainderanya untuk menangkap emosi orang lain sebagai sumber informasi akan mempengaruhi kualitas komunikasi interpersonalnya. Banyak pesan informasi yang disampaikan secara tersirat dalam emosi seseorang bukan hanya tersurat melalui ucapan ataupun tulisan.

Bahasa Tubuh, Bahasa tubuh menggambarkan hal-hal yang dipikirkan oleh seseorang. (Pease, 1987). Bahasa Tubuh bisa diartikan sebagai komunikasi sederhana yang dihasilkan oleh tubuh. Tubuh bagian mana? Pada prinsipnya banyak bagian tubuh kita yang dapat menyampaikan komunikasi mulai mata, bibir, kepala, tangan, kaki, dan seterusnya.  Walaupun begitu bahasa tubuh yang sangat penting adalah tatapan mata, ekspresi wajah, gestur, dan postur. Mata dapat mengekspresikan emosi dan kognisi atau tingkat pemahaman seseorang. Ekspresi wajah dapat menggambarkan apakah seseorang sedang sedih, marah, kecewa, terkejut, takut, bahagia, dan seterusnya. Gestur seperti gerakan tangan, kaki, dan seterusnya juga mencerminkan pikiran seseorang. Sedangkan dengan mengamati postur seseorang ketika duduk, berdiri juga dapat membantu mengenali pikiran dan emosi seseorang tersebut.


PENUTUP

Pada penutup tulisan ini akan disampaikan tips memanfaatkan kedahsyatan komunikasi interpersonal khususnya dalam proses pembelajaran, sebagai berikut:

  1. Adanya keterbukaan antara pemberi materi dalam hal ini bisa widyaiswara, dosen atau guru dengan peserta diklat, mahasiswa, atau murid. Keterbukaan ditandai dengan menilai pesan komunikasi secara objektif dan proses pembelajaran yang profesional.
  2. Menggunakan bahasa tubuh yang sesuai, tidak berlebihan dan tidak kurang dengan mensinkronkan antara apa yang diucapkan dengan yang dipikirkan.
  3. Saling mau mendengarkan antara pemberi dengan penerima materi sehingga terbangun komunikasi dua arah dan memberikan umpan balik yang sehat.
  4. Menempatkan citra diri dan citra diri orang lain dengan benar dan sesuai.

Dari uraian ini tujuan pembelajaran lebih bisa tercapai, juga mambina hubungan baik antara pihak-pihak dalam proses pembelajaran sehingga proses pembelajaran menjadi sesuatu yang ditunggu-tunggu dan diharapkan karena sangat menyenangkan.

Daftar Bacaan:

-   Goleman, Daniel. Emotional Intelligence Kecerdasan Emosional Mengapa EQ Lebih Penting Daripada IQ). Jakata: PT Gramedia Pustaka Utama. 2004

-    Liliweri, Behaviour in Organization : Understanding and Managing the Human Side of Work, Allyn and Bacon, Orlando.1991

-   Pease, Allan, Bahasa Tubuh: Bagaimana Membaca Pikiran Seseorang Melalui Gerak Isyarat. ARCAN. Jakarta. 1987.

-   Tim Widyaiswara. Pengembangan Potensi Diri. LAN RI. Jakarta. 2008.

Minggu, 26 April 2020

Komunikasi Antar Pribadi Sesi 7 -8

Komunikasi Antar Pribadi- Pengertian, dan Teori Manusia adalah makhluk sempurna ciptaan Tuhan dibanding makhluk ciptaan yang lain. Sejatinya, kodrat manusia adalah sebagai makhluk monodualis. Lalu, di samping sebagai makhluk individu (pribadi), manusia juga berperan sebagai makhluk sosial. Kemudian, sebagai individu, manusia diberikan kemampuan berupa akal, pikiran dan perasaan. Sehingga memiliki tanggung jawab akan dirinya yang berguna untuk mengembangkan kemampuannya, dan juga memenuhi berbagai kebutuhan hidup. Sebagai makhluk sosial atau makhluk bermasyarakat, manusia sudah memiliki dorongan akan kebutuhan berinteraksi. Dengan bantuan orang lain, manusia mulai belajar dan beradaptasi di lingkungannya. Mulai dari merangkak, belajar berdiri, berjalan, menggunakan alat gerak, hingga bisa berkomunikasi dengan orang lain. Bahkan, bisa mengembangkan potensi dalam diri serta hal lain yang membutuhkan interaksi dengan orang lain. Dalam interaksinya dengan masyarakat, manusia akan melakukan komunikasi untuk menyampaikan informasi. Komunikasi yang berlangsung antara individu dengan individu dianggap sebagai komunikasi secara tatap muka (face to face). Lalu, dalam ilmu komunikasi dikenal dengan istilah komunikasi antar pribadi. Pengertian Komunikasi antar pribadi dinilai sangat efektif untuk merubah perilaku orang lain, bila terdapat persamaan mengenai makna yang dibincangkan. Tanda khusus yang ada di komunikasi antar pribadi ini terletak pada arus balik langsung. Arus balik tersebut memiliki daya tangkap yang mudah untuk komunikator baik ecara verbal dalam bentuk kata maupun non verbal dalam bentuk bahasa tubuh seperti anggukan, senyuman, mengernyitkan dahi dan lain sebagainya. Selama proses komunikasi antar pribadi berlangsung sangat penting terjadinya interaksi berbagi informasi dan perasaan antara individu dengan individu atau individu dengan antar individu supaya terjadi umpan balik dan tidak menimbulkan kesalah pahaman dalam berkomunikasi. Pengertian Menurut Para Ahli Menurut Joseph A.Devito dalam buku The Interpersonal Communication Book (Devito, 1989:4), komunikasi antar pribadi adalah proses pengiriman dan penerimaan pesan antara dua individu atau antar individu dalam kelompok dengan beberapa efek dan umpan balik seketika. Sedangkan menurut Evert M Rogers dalam Depari, komunikasi antar pribadi merupakan komunikasi dari mulut ke mulut, dengan interaksi tatap muka antara beberapa orang pribadi. Lain halnya dengan Dean Barnulus (Liliweri, 1991:12) yang mengemukakan bahwa komunikasi antar pribadi, dihubungkan dengan pertemuan antara dua individu, tiga individu ataupun lebih yang terjadi secara spontan dan tidak berstruktur. Begitu pula Onong U.Effendy (Effendy,1993:61), mengutarakan komunikasi antar pribadi adalah komunikasi antara dua orang dimana kontak langsung terjadi dalam bentuk percakapan, bisa langsung berhadapan muka (face to face) atau bisa melalui media seperti telepon. Ciri khas komunikasi antar pribadi yakni dua arah atau timbal balik. Berdasarkan pendapat para teoritikus, bisa dikemukakan bahwa komunikasi antar pribadi adalah dimana orang – orang yang terlibat dalam komunikasi menganggap orang lain sebagai pribadi bukan sebagai objek. Teori Komunikasi Antar Pribadi Adapun teori – teori yang termasuk dalam teori komunikasi antar pribadi, yaitu : A. Aprehensi Komunikasi Aprehensi komunikasi adalah salah satu kondisi kognitif . Kondisi dimana seseorang mengetahui dengan sadar bahwa dirinya memiliki rasa khawatir dan ketakutan selama terjadinya komunikasi. Sehingga menjadikan ia orang yang mati rasa karena tidak memiliki pikiran dan perasan apapun. Bahkan hingga tidak memahami sebab akibat sosial. (Baca juga: Manajemen Komunikasi) Pendapat lain mengatakan, aprehensi komunikasi dapat terjadi apabila individu menganggap bahwa pengalaman komunikasi miliknya sebagai suatu hal yang tidak menyenangkan. Sehingga ia merasa takut untuk berkomunikasi kembali. Penyebab aprehensi komunikasi dikemlompokkan dalam 3 kategori : Aktifitas yang berlebihan – Secara psikologis menunjukkan sikap kita sudah terlalu aktif bahkan sebelum kegiatan dilakukan Proses kognitif tidak tepat – Ditunjukkan dengan rasa tidak nyaman dalam menghadapi komunikasi Keterampilan dalam komunikasi tidak memadai – Ini menunjukkan jika kita tidak tahu cara berkomunikasi secara efektif . (Baca juga: Filsafat Komunikasi) Kemudian ada beberapa teori lain terkait dengan komunikasi antar pribadi, antara lain: B. Self-Disclosure Self disclosure adalah bagian dari kajian komunikasi perspektif internasional. Fokus utama dalam tindak komunikasi adalah aspek interaksi yang melibatkan indikator sebagai individu sosial. Ini digunakan juga untuk mengembangkan potensi kemanusiaan melalui interaksi sosial (Fister, 1986:243). Kemudian, pada self-disclosure, komunikasi yang terjadi ketika individu berani membuka diri dan menyatakan informasi tentang dirinya. Informasi yang diungkapkan adalah informasi mendalam (rahasia). Baca juga : Teori Public Relations C. Penilaian Sosial Orang biasa melakukan dua hal dalam menerima pesan, yakni mengkontraskan dan mengasimilasikan. Kontras adalah distorsi perseptual yang mengantarkan pada polarisasi ide. Sebagai contoh, mengontraskan pandangan kopi itu bermanfaat bagi kesehatan juga kopi itu merugikan kesehatan. Sedangkan, asimilasi menunjukan kekeliruan dalam melakukan penilaian yang bertentangan. Selain itu terdapat tiga hal dalam Teori Penilaian Sosial yang berpengaruh pada komunikasi antar pribadi, antara lain : Pembicaraan yang memiliki kredibilitas tinggi. Hal ini mampu melancarkan penyampaian pesan secara jelas tanpa menimbulkan kesalah pahaman pada lawan bicara. Ambiguitas seringkali dinilai lebih baik dibanding dengan kejelasan. Contohnya saat pesan yang akan disampaikan di dalam dunia periklanan. Adanya Individu yang bersifat dogmatis dalam menghadapi permasalahan. (Baca juga: Komunikasi Sosial) D. Penetrasi Sosial Teori yang menyatakan kedekatan antar pribadi itu berlangsung secara bertahap (gradual). Kemudian dilakukan berurutan dimulai dari tahap biasa hingga tahap intim. Ini merupakan fungsi dari dampak saat ini dan masa depan. E. Pengurangan Ketidak Pastian Teori ini menjelaskan bagaimana manusia menggali pengetahuan tentang lawan bicaranya. Ini bertujuan sebagai cara untuk mengurangi ketidak pastian dalam komunikasi. Sehingga mampu menimbulkan perasaan tenang dan nyaman selama berkomunikasi. Namun, jika tidak mengetahui latar belakang lawan bicaranya seperti orang asing, tentu menimbulkan perasaan tidak tenang, takut salah bicara dan tidak nyaman dalam berkomunikasi. (Baca juga: Internet sebagai Media Informasi) F. Dialetika Relasional Teori ini menganggap bila orang – orang yang menjalin relasi dan komunikasi antar pribadi, didalam batin mereka terjadi tarikan konflik. Kemudian, tarikan konflik tersebut menyebabkan relasi selalu berada dalam kondisi cair. Lalu situasi tersebut dikenal sebagai ketegangan dialektis, dimana kita serasa terayun antara harmonis dan konflik.

Dasar-Dasar Fotografi Sesi 8

FOTOGRAFI JURNALISTIK Pengertian Foto Jurnalistik Terdapat beberapa pengertian mengenai fotografi jurnalistik yang dikemukakan oleh para ahli fotografi. Menurut Hanapi yang dimaksud dengan fotografi jurnalistik yaitu kegiatan fotografi yang bertujuan merekam jurnal peristiwa-peristiwa yang menyangkut manusia. Wilson Hick dalam bukunya Word and Picture memberi batasan fotografi jurnalistik adalah media komunikasi verbal dan visual yang hadir bersamaan. Sedangkan Soelarko mendefinisikan foto jurnalistik sebagai foto berita atau bisa juga disebut sebagai sebuah berita yang disajikan dalam bentuk foto. Sementara itu Oscar Motuloh, fotografer senior Biro Foto LKBN Antara Jakarta menyebut foto jurnalistik adalah medium sajian untuk menyampaikan baragam bukti visual atas suatu peristiwa pada suatu masyarakt seluas-luasnya, bahkan hingga kerak dibalik peristiwa tersebut, tentu dalam waktu yang sesungkat-singkatnya. Dilihat dari beberapa pengertian yang ada maka foto jurnalistik dapat disebut sebagai suatu sajian dalam bentuk foto akan sebuah peristiwa yang terjadi, di mana peristiea tersebut berkaitan dendan apek kehidupan manusia dan disampaikan guna kepentingan manusia itu sendiri. Kepentingan manusia dalam hal ini berupa kebutuhan akan informasi atau juga beita yang terjadi di seluruh belahan bumi ini. Syarat umum untuk membuat foto berita dengan baik adalah: § Memiliki pengetahuan konspesional;mempersoalkan isi (picture content, news content) § Memiliki keterampilan teknis: mempersoalkan penyajian teknis yang matang secara fotografi. Foto-foto yang dimuat dalam surat kabar memang tidak selalu menggambarkan suatu peristiwa atau berita (newsphoto), melainkan bisa juga bersifat ilustratif, yaitu bisa berdiri sendiri atau menyertai suatu artikel, termasuk di dalamnya adalah foto-foto yang bersifat ‘human interest’ (menarik perhatian dan membangkitkan kesan). Foto-foto yang dimuat dalam surat kabar itu secara ‘salah kaprah’ biasa disebut sebagai foto jurnalistik, artinya foto yang dihasilkan oleh kerja jurnalis (wartawan) di lapangan. Suatu foto memang tidak bisa melukiskan keterangan-keterangan verbal yang diperoleh wartawan di lapangan, tapi dengan kemampuan visualisasi yang disuguhkan, sebuah foto bisa mengungkapkan pandangan mata yang sulit untuk dilukiskan dengan kata-kata. Berbeda dengan berita tulis di mana wartawan bisa secara tidak sengaja memasukkan subjektivitas yang bisa memengaruhi opini. Dengan foto akan memperkecil subjektivitas tersebut.Kepada pembaca disuguhkan secara visual apa adanya. Pembaca akan memberi penafsiran terhadap foto tersebut; yang tentu saja satu dengan lainnya bisa berbeda. Maka tidaklah salah ungkapan “one picture is worth one thousand words” Sekilas sejarah Foto Jurnalistik Sudah sejak lama, setelah media massa cetak yang berbentuk suratkabar muncul, orang memimpikan bagaimana bisa melihat peristiwa/kejadian secara visual lewat lembaran kertas itu. Harapan itu menggebu teruatama setelah fotografi ditemukan tahun 1839 yaitu ketika Akademi Ilmu Pengetahuan Perancis pada 19 Agustus mengumumkan penemuan alat gambar sinar oleh seniman Louis Jacques Daguerre. Alat temuan Daguerre itu masih sederhana berupa sebuah kotak diberi lensa dan dibelakang diberi plat logam yang sudah dilabur dengan bahan kimia tertentu. Alat itu disebut ‘camera obscura’ atau kamar gelap, yang kemudian secara umum disebut kamera. Orang pun masih kesulitan memerolah jalan atau cara bagaimana memindahkan gambar yang dibuat oleh kamera Daguerrotype itu ke dalam surat kabar. Setelah direkayasa maka muncullah jurnalistik foto pertama kali yaitu ketika “The Illustrated London News” untuk pertama kalinya 30 Mei 1842 memuat spotnews atau gambar lukisan (hasil cukilan kayu) yang merupakan reproduksi sebuah foto yang dihasilkan oleh kamera daguerrotype. Gambar tersebut merupakan spotnews atau peristiwa langsung yang menggambarkan saat terjadi pembunuhan (penembakan) dengan pistol atas diri Ratu Victoria di dalam keretanya. Dalam sejarah tercatat dua wartawan foto perintis yang sangat terkenal, yaitu Roger Fenton (Inggris) yang meliput Perang Krim (1853-1856) dan Mattew Brady (AS) yang meliput American Civil War (perang Abolisi) tahun 1861-1865. Brady membawa peralatan lengkap ke garis depan. Perlenggkapan itu dimuat dalam satu wagon (kereta kuda) sendiri, di mana di dalamnya terdapat laboratorium dan kamar gelapnya. Karena belum ditemukannya cara membuat nada warna abu-abu atau ’halftones’ dalam surat kabar, maka sampai tahun 1897 gambar yang dimuat masih saja dibuat dari cukilan kayu. Baru 21 januari 1897 koran ”Tribune” New York benar-benar memuat foto di dalamnya. Ini dimungkinkan berkat ditemukan sistem penggunaan titik-titik (dots) yang kita kenal sekarang dengan sebutan ’raster’ untuk membuat nada-nada warna ’halftones’ tadi. Foto Jurnalistik Yang Menarik Sejak itulah pemuatan gambar di surat kabar menjadi semakin tambah banyak dan mulailah redaksi mempertimbangkan perlunya mangadakan tugas khusus bagi wartawannya hanya untuk pekerjaan memotret saja, artinya hanya mencari gambar melulu. Spesialisasi mulai diberlakukan di dunia persuratkabaran maju. Sesudah ada spesialisasi itu , maka para pakar atau jurnalis mulai memerhatikan apa sebenarnya yang sangat menarik dari sebuah foto yang patut untuk dimuat di surat kabar. Dari hasil pengamatan mereka, disimpulkan bahwa gambar/foto jurnalistik yang menarik itu harus mempunyai tiga aspek utama : daya tarik visual (eye catching), isi atau arti (meaning) dan daya tarik emosional (impact). Namanya saja foto berita maka norma-norma atau nilai-nilai yang disandang suatu berita (tulis) yang menarikpun juga dituntut bagi sebuah newsphoto; seperti faktor-faktor yang menambah nilai/bobot foto tersebut, antara lain : sifatnya menarik (interesting), lain dari biasanya (different), satu-satunya (exlusive), peristiwanya dekat dengan pembaca (close to the readers), akibatnya luas, mengandung ketegangan (suspense) dan menyangkut masalah sex, humor, konflik dll. Dari batasan-batasan foto jurnalistik itulah maka kemudian para jurnalis foto memfokuskan perhatinnya pada hal-hal yang tersirat di dalam kriteria itu. Untuk menjadikan diri sebagai jurnalis foto profesional maka seorang wartawan perlu memerhatikan hal-hal tersebut, disamping mesti memperdalam pengetahuan dan memperbanyak pengalaman. Seorang wartawan foto dituntut tahu benar tentang kamera dan proses fotografi, tahu pula memanfaatkan kesempatan yang baik untuk kameranya serta harus cekatan agar tidak tertinggal oleh peristiwa. Wartawan foto mesti mampu mengkombinasikan kerja mata, otak dan hati dalam tugasnya. Sebagaimana tujuan surat kabar yaitu memberikan kepada pembacanya informasi, edukasi, entertaintment dan (bisa) persuasi, maka bidang cakupan wartawan foto sangatlah tidak terbatas. Apa saja yang bisa memenuhi salah satu saja dari keempat kriteria tersebut dapat disajikan. Jadi dalam hal ini si wartawan-lah yang memegang peranan penting. Ada ungkapan ’the singer is not the song’ atau ’the man behind the gun’. Bukan objek fotonya yang menarik tapi bagaimana kemampuan si wartawan mengungkapkan dalam foto. Bukan kameranya yang hebat, tapi bagaimana kepiawaian sang wartawan foto menghasilkan gambar yang memenuhi banyak kriteria tersebut di atas. Kategori dan Bidang-bidang Foto Jurnalistik Kategori Foto jurnalistik meliputi :Spot News, Feature, General News, Tokoh, Keseharian, Seni budaya dan Fashion, Alam dan Lingkungan, IPTEK, dan Olahraga.Sedangkan bidang-bidang yan ada dlam foto jurnalistik di antaranya adalah : War Correspondent ( Wartawan Perang ), Wartawan Foto Olah raga, Glamour dan Pin –Up Fotografi, Fashion Fotografer, wartawan Foto Majalah, General Interest. Makna dan Peranan Foto Jurnalistik Ruang lingkup foto jurnalistik adalah manusia, dan karena itu kehadiran foto jurnalistik memiliki beberapa makna yang berperan dalam kehidupan manusia, diantaranya yaitu : foto jurnalistik sebagai saksi mata, fotografi jurnalistik sebagai lambang, foto jurnalistik sebagai himbauan dan foto jurnalistik sebagai komentar sosial. Tokoh –Tokoh Foto Jurnalistik Tokoh-tokoh dunia di bidang foto jurnalistik antara lain : Edward Steichen, Alfred Stieglitz, Alfred Eisenstaedt, Henry Cartier Bresson, Eugene Smith, Andre Friedman, Carl Mydans, Eliot Elisofon, John Dominis, Ernst Haas, Co Rentmeester, Mike Wells, dan David Burnet. Perbedaan Foto Jurnalistik dengan Foto Dokumentasi Kehadiran foto jurnalistik tak lain merupakan wujud dan perkembangan foto dokumentasi, oleh karena itu foto dokumentasi merupakan dasar dari foto jurnalistik yang ada pada saat ini. Foto dokumentasi adalah sebutan untuk foto berita dan foto sejarah, karena tujuannya merekam suatu peristiwa untuk disimpan bergantung pada urgensitas peristiwa dan subjek foto yang diabadikan. Antara foto jurnlistik dengan foto dokumentasi memiliki perbedaan dan batasan yang sangat tipis. Nilai berita pada sebuah foto biasanya terletak pada sejauh mana foto itu dapat menggugah perhatian dari khalayak umum, bukan hanya orang atau kelomppok masyarakatyang bersngkutan. Nilai tersebut bisa disebut sebagai publik interest, maka semakin tinggi nilai beritanya. Foto jurnalsitik memiliki nilai berita yang sangat tinggi karena dapatr menmbiu[ulkan perhatian perasaan bahkan reaksi tertentu pada semua khalyak umum secara luas. Berbeda pada foto dokumentasi, arti kata dokumentasi mengandung konotasi yang lunak dalam hal nilai beritanya. Selain perbedaan, di antaranya foto jurnalistik dan foto dokumentasi memiliki persamaan yaitu dari segi tujuan foto terserbut. Tujuan kedua foto jurnalistik dan foto dokumentasi merekam suatu peristiwa untuk disimpan sebagai arsip. Menurut Hermanus Priatna ( Editor Foto di Biro Foto LKBN Antar 0 menyatakan bahwa foto jurnalistik dan foto dokumentasi memiliki perbedaan. Pada foto jurnalistik, peristiwa diabadikan untuk secepat-cepatnya disampaikan kepada khalayak melalui mdia massa, sedangkan foto dokumentasi mengabadikan peristiwa untuk kepentingan pribadi, misalnya foto-foto untuk keperluan isntansi pemerintah atau individual. Petunjuk Praktis Untuk wartawan foto atau calon, Kenneth Blume, seorang wartawan foto dan penulis pada harian ‘Courier-Crecent’ (Ohio, AS) memberi penegasan, bahwa gambar yang baik pada surat kabar adalah yang segera menarik perhatian pembacanya. Berdasar pengalamannya dia memberikan petunjuk praktis bagaimana sebaiknya membuat foto berita itu. § Usahakan tidak menampilkan lebih dari lima orang dalam satu gambar. § Biarkan gambar kelihatan natural (alami/apa adanya), jangan dibuat-buat atau direkayasa. § Lebih baik menghabiskan banyak frame untuk memungkinkan banyak pilihan dari pada tidak mendapat gambar yang baik. § Usahakan tidak memuat gambar ”police line up” (beberapa orang disejajarkan menghadap lensa dengan latar belakang tembok kosong). § Gunakan background atau latar keliling untuk menambah daya tarik dan memudahkan pembaca mengenal lokasi atau posisi kejadian. § Untuk menamba variasi atau daya tarik lain, bisa memotret dengan gaya ’frog eyes’ atau ’bird view’. § Gunakan penerangan alami atau bounced flashlight (sinar blitz yang dipantulkan ke langit-langit). Kalau bisa hindari penggunaan lampu kilat langsung. § Usahakan untuk menunjukkan situasi beritanya, kalau mungkin. Namun sukses surat kabar dalam menyajikan gambar lebih banyak bergantung kepada editor fotonya yang memberi perintah (assignment) kepada fotografer dan memilih foto-foto yang masuk di mejanya, dan melakukan cropping kalau perlu. Referensi : Wahyu Budi Priyatna. MODUL PRAKTIKUM FOTOGRAFI UNTUK PUBLIKASI.Direktorat Program Diploma Institut Pertanian Bogor, 2009. https://sinaukomunikasi.wordpress.com/2011/08/14/fotografi-jurnalistik/

Design Grafis Sesi 7

Desain Grafis Percetakan | Dunia Percetakan Saat ini desain grafis banyak sekali dimanfaatkan untuk beberapa keperluan seperti membuat undangan, kartu nama, poster, logo, cover buku, dan sebagainya. Tidak dapat dipungkiri bahwa desain grafis sendiri juga berkaitan erat dengan dunia percetakan. Sebenarnya membuat desain bisa dilakukan sendiri, namun tidak banyak orang yang paham dengan dunia desain dan percetakan sehingga membutuhkan bantuan pihak ketiga. Hal ini karena mereka sudah ahli dan pandai untuk membuat suatu desain yang tepat dan sesuai dengan permintaan Anda. Ada beberapa hal yang perlu untuk Anda perhatikan saat ingin membuat desain grafis, seorang desainer akan membuat desain melalui aplikasi pihak ketiga dari komputer atau media lainnya. Desainer sendiri perlu menguasai dan memahami hal tentang ilustrasi, serta pilihan warna dan bentuk yang akan Anda buatkan, mereka juga harus memahami karakter mesin cetak. Sebelum beralih ke percetakan, desainer akan meneliti kembali untuk memastikan tidak adanya kesalahan pada saat pembuatan desain. Pembuatan desain grafis sendiri memiliki pengaruh yang kuat untuk mempermudah dan membantu Anda untuk mengenalkan produk menggunakan desain logo.Sebagian orang mungkin hanya mengetahui bahwa desain grafis hanyalah sebuah karya yang memiliki nilai jual tinggi. Kata desain sendiri memiliki arti yaitu sebuah proses untuk mengatur berbagai hal sebelum merancangnya. Sementara arti dari sebuah kata grafis adalah sebagai garis titik yang berkaitan dengan percetakan suatu hal. Pada akhirnya kedua kata ini menjadi hal yang saling menyambung dan memiliki arti yang saling berhubungan satu sama lain. Jika dipahami dari kedua kata tersebut, desain grafis merupakan salah satu bentuk komunikasi yang memanfaatkan gabungan dari kata, gambar sebagai media untuk memberikan informasi dan berhubungan dengan percetakan. Anda juga bisa menyimpulkan bahwa desain grafis ini adalah salah satu bentuk karya yang mengandalkan kreativitas seseorang untuk membuat suatu titik rancangan yang memiliki banyak manfaat. Selain itu, desain grafis percetakan dibuat dengan baik agar dapat menyampaikan informasi yang tepat dan mudah dipahami. Desainer grafis khusus dalam percetakan seperti ini membutuhkan beberapa keterampilan yang wajib dimiliki oleh setiap desainer. Adapun keterampilan yang harus dimiliki seperti seni visual, layout, desain interaksi, tipografi, pewarnaan, sketsa, dan nirmana. Keterampilan tersebut perlu diperhatikan dan dikuasai oleh setiap desainer grafis dalam dunia percetakan karena memiliki banyak keterkaitan. Jika dipahami tugas umum dari para desainer dalam percetakan, seluruhnya memiliki kesamaan namun, terdapat beberapa hal yang memberikan sedikit perbedaan. Tugas personal dari desainer yaitu membuat suatu desain yang memiliki tematik sosial yang telah dilengkapi dengan berbagai jenis elemen pendukung. Tugas ini bisa dibuat dengan menggunakan media pembuatan sketsa manual dengan media khusus seperti, tinta dan kertas, ada juga desain ilustrasi yang menggunakan software canggih. Adanya media penyampaian menggunakan desain grafis yang mengandalkan visual seperti ini dikarenakan seseorang akan menjadi lebih mudah paham dan tertarik pada suatu media yang mereka baca atau lihat. Hal inilah yang membuat desain grafis menjadi salah satu langkah atau metode yang efektif untuk memberikan informasi mengenai suatu hal kepada pembaca. Adapun desain grafis yang digunakan pada proses komunikasi dan seni seperti visual ilustrasi, fotografi, tipografi dan sebagainya.

MK Kode Etik Jurnalistik Sesi 5 (PELANGGARAN KODE ETIK PERS)

Pelanggaran Kode Etik Jurnalistik pada Media Online Sebagai seorang wartawan yang bekerja di media, terdapat Kode Etik Jurnalistik yang mempunyai isi untuk menjamin kemerdekaan pers dan memenuhi hak publik untuk memperoleh informasi yang benar. Wartawan perlu memiliki landasan moral dan etika profesi sebagai pedoman operasional dalam menjaga kepercayaan publik dan menegakkan integritas serta profesionalisme. Atas dasar itulah, wartawan Indonesia menetapkan dan menaati Kode Etik Jurnalistik. Namun, kenyataannya, persaingan media yang makin ketat membuat tidak sedikit portal berita online lebih mengutamakan jumlah share dan rating dan mengesampingkan kualitas berita maupun Kode Etik Jurnalistik yang seharusnya diterapkan. Adapun beberapa contoh berita dari portal media online yang melanggar Kode Etik Jurnalistik adalah sebagai berikut: Merdeka.com -- Mahasiswa Makassar tawuran, kampus dibakar (https://www.merdeka.com/peristiwa/mahasiswa-makassar-tawuran-kampus-dibakar.html) Pelanggaran yang dilakukan portal media merdeka.com adalah pasal 1 dari Kode Etik Jurnalistik yang berbunyi "Wartawan Indonesia bersikap Independen, menghasilkan berita yang akurat, berimbang, dan tidak beritikad buruk" dalam pemberitaan ini, merdeka.com tidak menyajikan informasi yang akurat, karena terbukti terdapat beberapa informasi yang salah. Disebutkan dalam berita yang dimuat merdeka.com bahwa "tawuran Fakultas Teknik melawan Fakultas Bahasa dan Seni", padahal kenyataan yang terjadi adalah tawuran tersebut melibatkan fakultas teknik melawan Fakultas Seni dan Desain. Ditambah lagi, Universitas Negeri Makassar (UNM) tidak memiliki Fakultas Bahasa dan Seni, melainkan Fakultas Bahasa dan Sastra serta Fakultas Seni dan Desain.

Sabtu, 18 April 2020

SOAL: UTS 4 Mata Kuliah, DOSEN PENGAMPU ROSTINI A

1) UTS DESIGN GRAFIS Soal = Sebutkan dan jelaskan beberapa aplikasi dalam pembuatan kalender, majalah, brosur dan spanduk rangkum dan jelaskan beserta langka-langka nya dengan menggunakan sumber dari internet. 2) UTS KOMUNIKASI ANTAR PRIBADI Soal = Buat rangkuman (resume) tentang apa yang dimaksud dengan komunikasi antar pribadi, manfaat belajar komunikasi antar pribadi, unsur-unsur yang mempengaruhi komunikasi antar pribadi dan aspek bisnis pada komunikasi antar pribadi. Ringkaskan minimal 2 halalan 3) UTS Dasar-Dasar Fotografi Soal = Jelaskan aspek dasar fotografi, tujuan belajar fotografi jurnalistik dan faktor-faktor yang mempengaruhi kualitas gambar foto dan kegiatan fotografi jurnalistik, buatlah rangkumanya minimal 2 halaman. 4) UTS Kode Etik Jurnalistik Soal = Buatlah resume (ringkasan) kasus pelanggaran kode etik yang terjadi di lingkup jurnalisme TV. Jelaskan contoh kasus nya dan pelanggaran yang dilakukan terdapat pada pasal berapa dalam KEJ. Buat resume sebanyak minimal 2 halaman. JAWABAN UTS sislahkan di kirim ke alamat email : rosanwar073@gmail.com paling lambat tanggal 6 Mei 2019. Lewat dari tanggal 6 Mei maka anda dinyatakan tidak lulus mata kuliah ini. Selamat mengerjakan :) salam.

Program Studi Ilmu Perpustakaan FISIP Uncen Gelar Seminar Internasional Bertajuk “Challenges and Developments in Library and Information Sci...