Minggu, 23 Agustus 2020

 PRODUKSI SIARAN RADIO

PERTEMUAN 1 dan 2 

DASAR-DASAR SIARAN RADIO 

Siaran radio hakikatnya adalah “seni berbicara” (art of talking) di depan mikrofon ruang siaran radio.

Siaran radio disebut juga ”Teknik DJ” (DJ’s technique) ketika penyiar memadukan pemutaran lagu dan pembicaran dalam sebuah program musik.

PENYIAR (announcer) adalah ujung tombak radio. Mewakili radio, ia berinteraksi langsung dengan pendengar. Baik-buruk siarannya –bahkan perilakunya—berpengaruh terhadap baik-buruk atau integritas radionya.

Sukses tidaknya sebuah acara ditentukan oleh penyiarnya. Penyiar harus menguasai Dasar-Dasar Siaran Radio (Basic Announcing) sehingga tidak asal siaran atau “asal cuap”.

Penyiar harus terampil membawakan program siaran, menyajikan produk komersial, menyiarkan berita atau informasi, pewawancara, pemandu diskusi, penyaji acara quiz, dan narasi suatu naskah.

Pengertian Penyiar

Dalam bahasa Inggris, penyiar disebut announcer (arti harfiyah: orang yang mengumumkan), yakni  mengumumkan sesuatu melalui radio.

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), penyiar adalah orang yang menyiarkan atau penyeru pada radio.

Penyiar radio juga disebut DJ (Disk Jockey), yakni perangkai lagu karena ia menyajikan lagu-lagu dan “bersuara” sebagai “link” atau perangkai antarlagu.

Suara dan pembicaraan penyiar –jika “pas” dengan lagu-lagu yang diputar– akan menambah kenikmatan pendengar dalam mendengarkan lagu.

Syarat Jadi Penyiar Radio

Berikut ini kualifikasi atau syarat menjadi penyiar radio:

  1. Memiliki suara “standar” –diperindah (golden voice) dengan teknik vokal.
  2. “Suka Ngomong/Ngobrol” dan Lancar Berbicara.
  3. Memiliki Sense of Music, suka musik/lagu.
  4. Berwawasan Luas, suka membaca, haus informas dan ilmu.
  5. Humoris, memilik sense of humor.
  6. Suka bergaul, luwes, fleksibel, sociable.
  7. Ramah, friendly.
  8. Naturalness, bersuara alami, tidak dibuat-buat.
  9. Berjiwa entertainer, selalu berupaya menyengkan pendengar.
  10. Adaptabilty, siap bekerja sama dengan team work.
  11. Vitality, cheerful, bersemangat dan selalu ceria.

Keterampilan Siaran: Announcing Skills

1.  Teknik Vokal

Teknik vokal artinya teknik memproduksi suara atau mengeluarkan suara (berbicara) dengan baik, enak didengar, jelas, dan “indah” (merdu). Teknik vokal akan menghasilkan suara terbaik.

Unsur Teknik Vokal

  • Artikulasi (kejelasan huruf/kata).
  • Pernafasan, termasuk pengaturan “jeda” (pause) dari per kalimat.
  •  Aksentuasi (stressing/penekanan kata/kalimat tertentu).
  • Intonasi (nada bicara)
  • Phrasering (pemenggalan kalimat)
  • Tempo (speed, kecepatan)
  • Pace/Pacing – “langkah” atau  “ketukan” konstan dalam berbicara
  • Inflection –perubahan nada suara.

2.  Air Personality

Kepribadian di udara, yaitu attitude (sikap) dan gaya berbicara sesuai dengan format radio, format acara, dan gaya siaran (ceria, serius, humoris).

3.  Visualization

Visualisasi, membayangkan pendengar sebagai seorang teman dekat dan ada di depan meja siaran sehingga tercipta suasana hangat dan akrab


Teknik Siaran Radio: Seni Berbicara

Siaran radio hakikatnya adalah “seni berbicara” (art of talking) di depan mikrofon ruang siaran radio. Disebut juga ”Teknik DJ” (DJ’s technique) ketika penyiar memadukan pemutaran lagu dan pembicaran dalam sebuah program musik.

Dalam program musik, tugas penyiar adalah mengisi link antarlagu yang diputar, misalnya dengan obrolan, membacakan SMS, menerima telepon (ngobrol dengan pendengar), memutarkan iklan, menyampaikan informasi, komentari lagu, dan sebagainya.

Dalam program demikian, penyiar biasanya menggunakan teknik siaran berupa ”posting your vocal”, yakni seni berbicara (the art of talking) saat lagu sudah diputar, selama intro lagu, hingga vokal penyanyi terdengar –mulai bernyanyi.

Kaidah Siaran Radio

1. Visualisasi: Talk to One Person!

Berbicara kepada seorang pendengar. Kaidah ini berbunyi: “Bayangkan Anda sedang berbicara pada ’seorang pendengar’ yang sekarang sedang duduk di hadapan Anda!”

2. Smile!

Senyum. Kaidah ini berbunyi: “Senyumlah! Meskipun Anda tidak bisa melihat orangnya, akan tetapi dari suaranya Anda akan bisa menduga apakah ia sedang tersenyum atau tidak. Cobalah membuktikannya dengan teman!”

Teknik Siaran Radio

Secara “teoritis” ada dua teknik siaran dan dengan teknik inilah umumnya seorang penyiar bekerja atau melaksanakan tugasnya:

1. Ad Libitum.

Teknik siaran tanpa naskah, berbicara santai, enjoy, tanpa beban atau tanpa tekanan, sesuai dengan seleranya (ad libitum means to speak at pleasure, as one wishes, as one desires).

2. Script Reading.

Teknik siaran dengan mengunakan atau membaca naskah siaran (script).


 TEKNIK REPORTASE 

PERTEMUAN 1-2 

Pengertian Reportase

Reportase artinya pemberitaan atau pelaporan. Dari kata “report” yang artinya “melaporkan” atau “memberitakan”.

Reportase berasal dari kata reportage (Inggris). Mirriam Webster Dictionary mengartikan reportage sebagai “the act or process of reporting news” (aksi atau proses pemberitaan) dan “something (as news) that is reported” (sesuatu yang dilaporkan”.

Kamus Bahasa Indonesia (KBBI) mengartikan reportase sebagai “pemberitaan”, “pelaporan, dan “laporan kejadian (berdasarkan pengamatan atau sumber tulisan).


Laman Glosarium mengartikan reportase sebagai “proses pengumpulan data yang digunakan untuk penulisan karya jurnalistik”.

Ensiklo mendefinisikan reportase sebagai berikut: reportase adalah aktivitas atau kegiatan dari reporter/jurnalis untuk turun ke lapangan melakukan observasi langsung dan tidak langsung, mengumpulkan fakta-fakta dan data mengenai sebuahperistiwa/isu yang sedang terjadi, lalu merangkainya menjadi sebuah bahan laporan/tulisan.

Dalam konteks jurnalistik, reportase adalah proses pengumpulan data untuk menyusun berita. Reportase bisa dikatakan merupakan proses jurnalistik terpenting karena dari proses inilah terkumpul bahan-bahan atau informasi untuk diberitakan.

Reportase adalah proses mengumpulkan data dan fakta sebuah peristiwa sebagai bahan penulisan atau penyajian berita di media massa.

Teknik Reportase

Teknik Reportase ada tiga:

1. Observasi

Teknik reportase observasi (pengamatan) yaitu wartawan langsung datang ke lokasi kejadian, mengamati, dan mengumpulkan data atau fata kejadian tersebut mengacu pada formula 5W1H.

Pengamatan merupakan teknik reportase dengan cara mengamati baik setting maupun alur sebuah peristiwa di lapangan atau lokasi kejadian. Wartawan menggunakan semua indera saat melakukan pengamatan. Dengan terjun langsung ke lapangan, reporter akan merasakan langsung peristiwa yang terjadi di lapangan sehingga ia bisa menyampaikan informasi yang valid kepada pembaca.

2. Wawancara

Wawancara adalah proses reportase dengan cara bertanya kepada narsumber untuk menggali informasi atau keterangan.  Narasumber dalam wawancara bisa pengamat, pelaku, saksi, korban, dan siapa pun yang memiliki informasi.

Wawancara merupakan bentuk reportase dengan cara mengumpulkan data berupa pendapat, pandangan, dan pengamatan seseorang tentang suatu peristiwa. Orang yang menjadi objek wawancara disebut narasumber.

Unsur berita 5W1H menjadi pertanyaan yang wajib dalam sebuah wawancara. Rumus ini digunakan untuk mengetahui jalan sebuah peristiwa yang hendak reporter jadikan berita.

Narasumber dalam wawwancara terbagi dua, yaitu narasumber primer (narasumber yang paling tahu dan memiliki peranan penting dalam sebuah peristiwa) dan narasumber sekunder (narasumber yang keterangannya hanya berfungsi untuk melengkapi atau mendukung).

Selengkapnya: Teknik Wawancara Jurnalistik

3. Riset Data

Disebut juga studi literatur dan riset dokumentasi, yaitu wartawan membuka-buka arsip, buku, atau referensi terkait dengan berita yang akan ditulisnya.

Dalam memilah bukti, semua indera kita harus terlibat untuk memilah mana yang berarti dan tidak berarti untuk mendukung suatu peristiwa.

Riset data termasuk mencari latar belakang informasi yang bisa memperkaya sebuah tulisan atau berita.

News Processing: Proses pembuatan berita

Reportase adalah bagian dari proses pembuatan (news processing), yaitu tahap kedua (news hunting, news gathering). Proses pembuatan berita biasanya dimulai dari rapat redaksi.

Dalam rapat redaksi, para wartawan bisa mengajukan usulan-usulan topik liputan. Usulan itu sendiri bisa berasal dari berbagai sumber.

Misalnya: Undangan liputan dari pihak luar, konferensi pers, siaran pers, berita yang sudah dimuat atau ditayangkan di media lain, hasil pengamatan pribadi si jurnalis, masukan dari narasumber/informan, dan sebagainya.

Proses Pembuatan Berita meliputi:

1. News Planning, Perencanaan Berita.

Dalam tahap ini redaksimelakukan Rapat Proyeksi, yakni perencanaan tentang informasi yangakan disajikan. Acuannya adalah visi, misi, rubrikasi, nilai berita, dankode etik jurnalistik.

Dalam rapat inilah ditentukan jenis dan tema-tematulisan/berita yang akan dibuat dan dimuat, lalu dilakukan pembagiantugas di antara para wartawan.

2. News Hunting, Pengumpulan Bahan Berita.

Inilah tahap reportase. Setelah rapat proyeksidan pembagian tugas, para wartawan melakukan pengumpulan bahan berita, berupa fakta dan data, melalui peliputan, penelusuran referensiatau pengumpulan data melalui literatur, dan wawancara.

Tahap reportase ini disebut juga “pengumpulan berita” (news gathering), yakni pengumpulan bahan berita.

3. News Writing, Penulisan Berita.

Setelah data terkumpul, wartawan menulis naskah berita atau melaporkannya di media tempat ia bekerja. Wartawan televisi dan radio bisa melaporkannya secara live.

Berita yang baik harus memenuhi unsur berita 5W+1H

  1. What – Apa yang terjadi, acara apa, peristiwa apa.
  2. Who – Siapa pelaku, korban, penyelenggara, atau yang terlibat dalam peristiwa.
  3. Where – Di mana kejadiannya (lokasi, tempat)
  4. When – Kapan terjadinya (waktu, hari, tanggal)
  5. Why – Kenapa terjadi (latar belakang, penyebab, pemicu, tujuan acara)
  6. How – Bagaimana kejadiannya (proses, detail, suasana, dll.)

4. News Editing, Penyuntingan Berita

Naskah berita yang sudah ditulis disunting dari segi redaksional (bahasa) dan isi (substansi). Dalam tahap ini dilakukan perbaikan kalimat, kata, sistematika penulisan, dan substansi naskah, termasuk pembuatan judul yang menarik.

Di media cetak (suratkabar, tabloid, majalah), penyuntingan juga termasuk “pemotongan” (cutting) untuk menyesuaikan panjang naskah dengan space atau kolom yang tersedia.

Contoh Reportase: Meliput Seminar

Wartawan datang ke lokasi seminar. Di sana ia mengamati jalannya acara, jumlah hadirin, materi pembicaraan, mengambil makalah (jika ada), mengambil foto/memotret (jika tidak ada fotografer), lalu wawancara panitia, narasumber, dan peserta jika diperlukan.

Pengumpulan data untuk naskah berita meliputi 5W+1H yang merupakan Unsur-Unsur Berita sebagaimana sudah dijelaskan di atas.

Demikian ulasan ringkas tentang pengertian, teknik, dan contoh reportase jurnalistik


  Prosedur Kerja Produksi Televisi 

(PRODUKSI SIARAN TV PERTEMUAN 1 dan 2)

Pada saat membuat program televisi seluruh profesi produser, jurnalis, sutradara, editor dan quality control harus mengikuti prosedur/persyaratan yang biasa dilakukan agar menghasilkan program televisi yang berkualitas. Membuat program televisi akan melewati tahapan yang sangat sulit/rumit, panjang, dan melibatkan banyak orang. Tetapi hasil siarannya pemirsa jadi mudah mengerti bahkan terhibur. Tingkat kesulitan juga bervariasi berdasarkan beban kru produksi, peralatan, pengisi acara (artis, narasumber) dan lokasi pelaksanaan produksi dieksekusi. Adapun panjangnya proses produksi televise berdasarkan tahapan perencanaan sampai siap tayang, yang harus dilakukan dengan team work (kerjasama tim) yang solid.
Produksi televisi bukan pekerjaan individual tetapi pekerjaan tim. Apabila sebuah program televise dapat dimengerti maknanya, menghibur, dan pemirsa puas menyaksikannya, apresiasi kesuksesan yang harus diberikan kepada tim produksi yang bekerja, bukan kepada seorang diantaranya saja. Walaupun pemirsa mengetahuinya orang yang populer adalah mereka yang muncul di layar kaca atau salah satu diantaranya.

B.   Proses Produksi Siaran Televisi
Dalam proses pembuatan sebuah film atau acara televisi, terdapat beberapa tahapan yang harus diperhatikan, yang mana tahapan-tahapan ini sangat penting dan berpengaruh terhadap hasil sebuah siaran yang akan ditanyangkan. Adapun tahapan-tahapan tersebut antara lain:

1.    Pre Production Production Planning
Merupakan tahap perencanan dan persiapan dari sebuah produksi, tahap ini meliputi :
a.    Ide atau gagasan, yaitu penemuan atau pemilihan ide apakah menarik dan layak dijadikan sebuah program. Kemudian dilanjutkan dengan riset dan pengembangan program tersebut.
b.    Pembuatan naskah kasar serta treatment produksi dari hasil pengembangan gagasan dan riset.
c.    Perencanaan awal, tahap ini meliputi perencanaan interpretasi produksi, stage desain, tata cahaya, tata suara, make-up, wardrobe dan fantastic teknik.
d.    Pengadaan casting dan menentukan artis, kemudian blocking dan penyempurnaan naskah.
e.    Perencanaan teknis, tahap ini untuk menentukan peralatan yang dibutuhkan sesuai konsep seperti pemilihan kamera, perencanaan grafis, konstruksi produksi, penyelesaian admininstrasi kontrak dan perijinan, budgeting serta pemantapan produksi.
f.     Rehearsal script, yaitu naskah yang digunakan untuk persiapan ketika latihan, dalam naskah ini sudah tercantum secara detil tentang setting, karakter, dialog dan adegan.
g.    Pra-studio rehearsal, dimulai dengan briefing kru serta reading para pemain yang dipimpin oleh sutradara atau pengarah acara. Pengarah acara mengarahkan pemain, blocking, posisi, pengadeganan sesuai dengan treatment yang dibuat.
h.    Run trought, dimana rehearsal studio dilakukan mulai dari blocking kamera, tata cahaya, tata artistic dan pemain melakukan latihan hingga terbiasa dan nyaman di studio[4]

2.    Produksi
Pada tahap produksi pengambilan gambar (shooting video) dilakukan, idealnya hingga tuntas. Kebutuhan shooting video sebelumnya telah dirumuskan pada tahap pra produksi, idealnya dalam bentuk story board yang mencakup banyak informasi termasuk sudut pengambilan gambar (angle). Pada kebanyakan film komersial, kegiatan shooting merupakan tahapan kegiatan yang berbiaya produksi paling tinggi disebabkan keterlibatan banyak kru, pemain (actor/aktris) iru sendiri, serta pemakaian alat-alat canggih yang dibayar sebagai sewa harian. Karena itu dapat dengan mudah dipahami bahwa kegiatan Pra Produksi yang baik dapat menuntun jalannya kegiatan produksi agar berjalan dengan efektif dan efisien.
Proses produksi melalui beberapa tahapan yaitu :
a.    Organisasi pelaksanaan produksi
Agar produksi berjalan lancar dan sukses, Produser perlu menunjuk pembantu-pembantunya untuk menangani pekerjaan-pekerjaan produksi program televisi. Karena banyaknya jenis program yang membutuhkan keahlian yang bermacam-macam, maka seorang produser tidak mungkin untuk menagani sendiri.
Oleh karena itu, perlu dibentuk organisasi produksi. Suatu produksi televisi melibatkan banyak orang misalnya artis, crew, dan fungsi-onaris lembaga penyelenggara, polisi, aparat setempat dimana shooting dilakukan dan pejabat terkait dengan perizinan. Organisasi pelaksanaan disusun dengan rapi dengan memperhatikan kualifikasi kemampuan, produser pelaksana mengkoordinir bendahara dan juru bayar, secretariat yang mengurus surat menyurat dan perizinan.
Organisasi lapangan diserahkan kepada seorang Unit Manager yang mengoordinasikan pekerjaan dari sisi organisasi dan artistic. Berarti manager unit menjadi penghubung antara unit organisasi di bawah secretariat dan unit artistic di bawah sutradara. Bidang yang langsung di bawah koordinasi manager pelaksana unit adalah perizinan, transportasi, konsumsi, dan akomodasi. Sedangkan lokasi, setting/dekorasi, property, kostum, dan make-up serta pelaksana lapangan berada di bawah koordinasi unit manager, tetapi pekerjaan-pekerjaan yang terkait dengan artistic dibawah koordinasi seorang art director atau art designer. Sutradara dalam bekerja dibantu oleh art director dan kameraman yang mengoordinasikan pekerjaan yang ditangani oleh piñata cahaya dan penata sound. Sutradara merupakan orang yang bertanggungjawab kepada produser.[5]
Setelah perencanaan dan persiapan matang, maka pelaksanaan produksi dimulai. Pengarah acara memimpin jalannya produksi bekerjasama dengan kru dan artis yang terlibat. Masing-masing kru melaksanakan tugasnya seperti rehearsal yang telah dilakukan sebelumnya dan sesuai naskah maupun rundown yang ada.

b.    Macam-macam produksi
1)    Produksi lapangan
a)    ENG (Electronic News Gathering). Produksi berita elektronik. Proses rekaman video jenis berita dengan menggunakan peralatan yang mudah di bawa (portable) misalnya camera dengan vcr portable dan satu microphone dengan crew seorang juru kamera disertai seorang sutradara yang sekaligus merangkap sebagai reporter.
b)    EFP (Electronic Field Production). Produksi lapangan elektronik. Sama dengan ENG, hanya jenis program yang di produksi adalah documenter, sinetron, (film style).
c)    MCR (Multi Camera Remote). Produksi lapangan dengan menggunakan camera lebih dari satu, dengan dibantu peralatan lain seperti switcher, tv monitor, sound audio system. Produksi yang direkam adalah sinetron, music, olahraga dan lain-lain.
2)    Produksi studio
a)    Live program, yaitu program yang disiarkan secara langsung, tahap produksi merupakan tahap akhir dalam suatu proses, kebanyakan program seperti berita, olahraga, upacara kenegaraan disiarkan secara langsung.
b)    Video tapping, yaitu program yang direkam dengan video/video cassette.
c)    Live on tape, yaitu produksi yang berlangsung terus tanpa berhenti sampai akhir program, editing hanya dalam hal-hal khusus (insert editing).[6]
3.    Pasca produksi
Merupakan sebuah bagian terpenting dari semua rangkaian produksi. Pasca produksi menitik beratkan kepada proses video dan audio editing. Maksud dari dilakukannya 42 proses video dan audio editing adalah untuk menggoreksi hasil produksi, dengan cara menambahkan elemen –elemen tambahan seperti background music dan special effect. Tahapannya sebagai berikut :

a.    Capturing
Proses capture gambar terjadi pada editing ninlinier, yaitu mentransfer audio visual dari kaset digital ke dalam hard disk computer. Sehingga materi editing sudah dalam bentuk file, apabila menggunakan editing linier langsung produksi logging gambar.
b.    Logging
Logging gambar adalah membuat susunan daftar gambar dari kaset hasil shooting secara detail, disertai dengan mencatat time code-nya serta di kaset berapa atau nama file apa gambar itu berada. Hal ini akan memudahkan proses editing selanjutnya.
c.    Editing pictures
Penyuntingan (editing) adalah kata kunci dalam proses ini. pada tahap ini semua footage telah dikumpulkan selama produksi, selajutnya disusun dan dirangkai menjadi produk final (final product).
d.    Editing sound
Penyuntingan suara disinkronkan dengan gambar, serta menghidupkan suasana melalui ilustrasi musik. Bila membutuhkan sound effect tentunya akan memperjelas atmosfer dominan atau yang ingin ditonjolkan.
e.    Final cut
Sekarang peralatan yang digunakan dan kompleksitas ilustrasi music (soundtrack), menentukan bahwa materi program sudah dapat membaur (mix) suara pada tahap online. Dibutuhkan studio audio untuk mengerjakan bauran suara final (final mixing). Program yang sudah lengkap sekarang disebut “master”.[7]

4.    Transmisi dan evaluasi
Stasiun televisI dalam persaingan industrI media, ketika menjalankan usahanya perlu memikirkan strategi dan perkembangan system pemasarannya, yaitu meraih perhatian, pikiran dan hati konsumen (klien). Disinilah peran departemen marketing sangat kuat dalam menentukan program yang akan on air, bertahan atau tidak layak dipertahankan. Ada tiga pilar penting dalam departemen marketing televisi yakni marketing, sales dan traffic.
a.    Marketing
Menurut Philip Kotler (2002) marketing atau pemasaran adalah suatu proses social dan manajerial yang di dalamnya individu dan kelompok mendapatkan apa yang mereka butuhkan dan inginkan dengan menciptakan, menawarkan dan secara bebas mempertukarkan produk yang bernilai dengan pihak lain.apabila dalam industry televise, maka program sebagai produk harus diproduksi secara kreatif sehingga laris di pasar melalui analisa terukur dari departemen marketing.
Pada hakikatnya departemen marketing merupakan dapur media televisi komersil yang menentukan arah dan tujuan dari suatu industri televisi. Marketing menetapkan strategi menyusun kekuatan dan menghadapi competitor, feasibility study, target merebut market dan audien sasaran, membuat panduan marketing gathering, menetapkan rate card, memutuskan bidding big event, dan melayani klien (agency dan pemilik brand/produk).
Sedangkan sales merupakan pendamping marketing yang menfokuskan pada prospek penjualan yang sebesar-besarnya. Sales harus membuat transaksi dengan output pencapaian target penjualan atau kegagalan target penjualan (achievement target atau failure target). Apabila sales representative berhasil mencapai target akan mendapat reward (bonus) sedangkan kegagalan maka konsekuensinya punishment. Posisi sales berada ditengah-tengah atau netral sebagai eksekutor diantara marketing dan traffic.
Traffic adalah proses realisasi dari kinerja marketing dan sales. Seluruh progress report marketing dan sales berupa MOU ataupun Media Order dengan klien selanjutnya direalisasikan dalam rundown siaran iklan. Sehingga siaran iklan akan lancar tanpa gangguan, materi iklan harus melalui digitize ke MCR/LTO dan terjadwal dalam rundown. Output akhir traffic adalah Log Proof siaran iklan berbentuk print out dan audio visual/VCD.
b.    Trails
Trails (audience evaluation/program rating, informal audience feedback [phone calls, letter, and audience response to advertisers commercials constitute more informal audience feedback]) preview sudah dapat dilakukan evaluasi awal terhadap program yang sudah selesai di produksi.
c.    Transmission
Mentransmisikan program siaran kepada pemirsa.[8]

C.   Strategi Penayangan
Head –Sterling (1982) menyatakan bahwa stasiun televise memiliki sejumlah strategi dalam upaya menarik audien masuk ke stasiun sendiri dan menahan audien yang sudah ada untuk tidak pindah saluran atau mencegah tidak terjadi aliran audien keluar, yaitu:
1.    Head to Head
Suatu program yang menarik audien yang sama sebagaimana audien yang dimiliki satu atau beberapa stasiun televise saingan. Dalam hal ini, stasiun televisi mencoba menarik audien yang tengah menonton program televisi saingan untuk pindah ke stasiun televisi sendiri dengan menyajikan program yang sama dengan stasiun saingan.
2.    Program Tandingan
Adalah strategi untuk merebut audien yang berada di stasiun saingan untuk pindah ke stasiun sendiri dengan cara menjadwalkan suatu program yang memiliki daya tarik berbeda untuk menarik audien yang belum terpenuhi kebutuhannya.
3.    Bloking Program
Adalah dimana audien dipertahankan untuk tidak pindah saluran dengan menyajikan acara yang sejenis selama waktu siaran tertentu. Misalnya menyajikan program sinetron atau drama komedi sepanjang malam.
4.    Pendahuluan Kuat
Strategi untuk mendapatkan sebanyak mungkin audien dengan menyajikan program yang kuat pada permulaan segmen waktu siaran, misalnya menyajikan program berita local atau kriminalitas yang kuat pada awal waktu siaran day time(sekitar jam 10.00 atau 11.00) sebagai pengantar menuju program berita nasional.
5.    Strategi Buaian
Ini strategi untuk membangun audien pada suatu acara baru atau meningkatkan jumlah audien atas suatu program yang mulai mengalami penurunan popularitas. Caranya adalah dengan menempatkan acara bersangkutan di tengah-tengah diantara dua program unggulan.
6.    Penghalangan
Dengan cara melakukan perubahan jadwal program secara cepat. Misalnya, menyajikan suatu seri film baru yang memiliki durasi waktu yang panjang.
7.    Strategi Lainnya
Adalah dengan tetap mempertahankan program-program yang berhasil pada posisinya yang sekarang. Stasiun televise yang akan menayangkan program unggulan sebaiknya memilih waktu siaran pada saat tersedia banyak audien misalnya pada saat prime time.

DASAR DASAR PERIKLANAN & PUBLIKASI (PERTEMUAN 1)

Iklan, pastinya sudah sering kita lihat, entah itu di media masa seperti koran, majalah, televisi, radio, dan sebagainya. Iklan juga dapat memberikan informasi kepada kita tentang suatu produk, entah yang berupa barang maupun jasa. Lalu, sebenarnya apa yang dimaksud dengan iklan itu? Serta apa fungsi dari iklan tersebut? Mari kita bahas di sini.




Periklanan merupakan salah satu alat yang paling umum digunakan perusahaan untuk mengarahkan komunikasi persuasif pada pembeli sasaran dan masyarakat. Periklanan pada dasarnya adalah bagian dari kehidupan industri modern. Kehidupan dunia modern saat ini sangat tergantung pada iklan.

Tanpa iklan para produsen dan distributor tidak akan dapat menjual produknya, sedangkan disisi lain para pembeli tidak akan memiliki informasi yang memadai mengenai produk barang dan jasa yang tersedia di pasar. Apabila hal itu terjadi maka industri dan perekonomian modern pasti akan lumpuh. Apabila sebuah perusahaan ingin mempertahankan tingkat keuntungannya, maka ia harus melangsungkan kegiatan periklanan secara memadai dan terus-menerus.

Menurut M. Suyanto (2007: 143) mendefinisikan ”Periklanan adalah penggunaan media bauran oleh penjual untuk mengkomunikasikan informasi persuasif tentang produk, jasa atau pun organisasi dan merupakan alat promosi yang kuat”.

Peranan periklanan dalam pemasaran suatu produk adalah untuk membangun kesadaran (awareness) terhadap keberadaan produk yang ditawarkan, menambah pengetahuan konsumen tentang produk yang ditawarkan, membujuk calon konsumen untuk membeli dan menggunakan produk tersebut dan untuk membedakan diri perusahaan   satu dengan perusahaan yang lainnya.

Definisi periklanan menurut Henry Simamora adalah sebagai berikut:
Periklanan adalah komunikasi non pribadi melalui bermacam-macam media yang dibayar oleh sebuah perusahaan bisnis atau organisasi nirlaba atau individu yang dalam berbagai cara teridentifikasi dalam pesan periklanan dan berharap menginformasikan atau membujuk anggota-anggota dari pemirsa tertentu. (Henry Simamora, 2000: 756).
Periklanan terfokus pada media massa seperti surat kabar, televisi, radio dan papan iklan. Periklanan menawarkan keunggulan signifikan diatas teknik promosional lainnya. Periklanan dapat menjangkau beribu-ribu pemirsa. Meskipun orang sering kaget saat mendengar harga iklan yang bernilai ratusan ribu rupiah per detik tayangan, tetapi sebenarnya dapat dibayangkan berapa jumlah pemirsa yang sanggup dijangkau lewat iklan tersebut.

Banyak konsumen yang menaruh kadar prestis kepada media massa yang digunakan dalam periklanan. Merupakan kenyataan sederhana bahwa sebuah produk yang di iklankan secara nasional dapat mengukur citra produk tersebut.

Inti dari periklanan itu sendiri merupakan suatu alat yang digunakan oleh pembeli/ penjual, setiap orang termasuk lembaga non laba atau dengan kata lain, periklanan dapat dipandang sebagai kegiatan pemasaran kepada suatu kelompok masyarakat baik secara lisan maupun dengan penglihatan suatu produk, jasa atau ide.

Seiring pertumbuhan ekonomi iklan menjadi sangat penting karena konsumen potensial akan memperhatikan iklan dari produk yang dibelinya. Menurut Terence A. Shimp (2003), secara umum periklanan mempunyai fungsi komunikasi yang paling penting bagi perusahaan bisnis dan organisasi lainnya yaitu:
  1. Informing (memberi informasi) membuat konsumen sadar (aware) akan merek-merek baru, serta memfasilitasi penciptaan citra merek yang positif. 
  2. Persuading (mempersuasi) iklan yang efektif akan mampu mempersuasi (membujuk) pelanggan untuk mencoba produk atau jasa yang diiklankan. 
  3. Reminding (mengingatkan) iklan menjaga agar merek perusahaan tetap segar dalam ingatan para konsumen. Periklanan yang efektif juga meningkatkan minat konsumen terhadap merek yang sudah ada dan pembelian sebuah merek yang mungkin tidak akan dipilihnya. 
  4. Adding Value (memberikan nilai tambah) Periklanan memberikan nilai tambah pada merek dengan mempengaruhi persepsi konsumen. Periklanan yang efektif menyebabkan merek dipandang lebih elegan, bergaya, bergengsi dan lebih unggul dari tawaran pesaing. 
  5. Assisting (mendampingi) peran utama periklanan adalah sebagai pendamping yang memfasilitasi upaya-upaya lain dari perusahaan dalam proses komunikasi pemasaran. Sebagai contoh, periklanan mungkin digunakan sebagai alat komunikasi untuk meluncurkan promosi-promosi penjualan seperti kupon-kupon dan undian. Peran penting lain dari periklanan adalah membantu perwakilan dari perusahaan.

Program Studi Ilmu Perpustakaan FISIP Uncen Gelar Seminar Internasional Bertajuk “Challenges and Developments in Library and Information Sci...