Rabu, 08 September 2021

             SOSIALISASI GEMAS 19 DI KOTA                                                              JAYAPURA 

Semenjak diumumkan kasus pertama Covid-19 pada bulan Maret 2020 oleh presiden Joko Widodo, pemerintah terus berupaya melakukan langkah-langkah mitigatif dan penanganan seoptimal mungkin agar virus ini tidak semakin menyebar dan membawa korban jiwa. Beragam pilihan kebijakan ditempuh untuk menghadang laju penyebaran, mulai dari penerapan physical distancing, hingga Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di berbagai daerah yang terpetakan sebagai episentrum penyebaran.GEMAS adalah sebuah gerakan yang bertujuan untuk memasyarakatkan budaya hidup sehat serta meninggalkan kebiasaan dan perilaku masyarakat yang kurang sehat. Aksi GEMAS ini juga diikuti dengan memasyarakatkan perilaku hidup bersih sehat dan dukungan untuk program infrastruktur dengan basis masyarakat.

Kegiatan yang diselenggarakan melalui Program Pengabdian Kepada Masyarakat oleh FISIP Universita Cenderawasih tersebut diselenggarakan oleh Tim ABDIMAS yaitu oleh Bapak Dr. Simon Abdi K Frank selaku Dosen Antropologi dan juga Ibu Rostini Anwar., M.I.Kom selaku Dosen Ilmu Perpustakaan Fisip Uncen. Kegiatan ini Tim Abdimas Universitas Cenderawasih menggandeng Tim Satgas Covid 19 Satuan Paud Kota Jayapura, Badan Narkotika Nasional Papua dan Universita Terbuka.

 

Gambar: Pemateri Abdimas Rostini A., M.IKom mensosialisasikan Gemas bersama Masyarakat Kota Jayapura dan BNNP

Adapun agenda yang diselenggarakan terdiri dari Sosialisasi GEMAS bagi masyarakat Kota Jayapura dan penerapan Gerakan Hidup Bersih di tempat umum. 

Gambar : Tim Abdimas Fisip Uncen, Rostini Anwar., M.I.Kom dalam mensosiliasaikan gemas 19 di tempat keramaian di Taman Trisila Kota Jayapura

Menurut wakil Waliko Jayapura, Bapak Rustan Saru bahwa Tim Satgas Penanganan Covid-19 Kota Jayapura terus melakukan pengawasan selama kebijakan PPKM yang diterapkan. Beliau juga menyampaikan hal yang perlu disadari benar adalah pentingnya menjaga kesehatan diri sendiri karena pencegahan tersebut adalah yang paling baik dan murah. Adapun langkah pencegahan dan menjaga diri dari Virus Corona adalah dengan menerapkan gerakan masyarakat sadar covid

Gambar: Sosialisasi Gerakan Sadar Covid bersama Pemkot Jayapura terlibat langsung Tim Abdimas, Dosen Uncen Rostini Anwar., M.I.Kom

Maksud dan tujuan dilaksanakan kegiatan ini adalah untuk Meningkatkan kesadaran publik dan perubahan perilaku masyarakat Adaptasi Kebiasaan Baru dan Masyarakat sadar menggunakan masker, Mencuci tangan dengan sabun diair mengalir dan Jaga Jarak / hindari kerumunan, sehingga penyebaran Covid-19 di Kota Jayapura dapat ditekan.

Kegiatan Gerakan Masyarakat Sadar (GEMAS) 19 ini berupa kegiatan kampanye dan sosialisasi baik melalui media luar ruang, komunikasi publik dan media elektronik serta pemanfaatan media internet yang bertujuan untuk memberikan informasi kepada masyarakat tentang edukasi penyebaran Covid-19, meningkatkan kesadaran masyarakat untuk mematuhi protokol kesehatan, sehingga mereka lebih paham dan mengerti bagaimana mencegah, menghadapi, dan menangani kasus Covid-19 yang sampai saat ini kasusnya semakin meningkat secara signifikan, khususnya di Kota Jayapura.

Senin, 30 Agustus 2021

 DESIGN GRAFIS PERTEMUAN 1-2

ROSTINI ANWAR,S.I.Kom., M.I.Kom

Desain grafis, tentu anda sudah tidak asing lagi mendengar kata ini. Desain grafis adalah proses mengombinasikan tipografi, ilustrasi, fotografi dan cetak untuk tujuan persuasif (mengajak), memberikan informasi atau perintah. Desain grafis juga dikenal dengan “desain komunikasi visual”. Disebut sebagai desain komunikasi visual karena peran desain grafis dalam menyampaikan pesan dan informasi kepada audiens dengan sentuhan visual yang sangat kental. Saat ini desain grafis sering dikategorikan sebagai commercial art karena merupakan paduan antara seni rupa dengan komunikasi untuk tujuan bisnis. Saat ini industri desain grafis sangat berkembang pesat, hal ini dikarenakan kita sudah memasuki era digital. Dimana semua hal yang kita lakukan berpusat kepada teknologi. Oleh sebab itu, segala hal dalam hidup kita termasuk perekenomian kita sudah berpusat pada dunia teknologi. Maraknya online shop, maraknya industri video dan yang lain membuat kita mulai memikirkan untuk berbisnis di sosial media. Jika anda seorang calon desainer atau mencari layanan desain untuk bisnis anda, memahami delapan jenis desain grafis ini akan membantu anda menemukan keterampilan yang tepat untuk pekerjaan itu. Berikut adalah 8 jenis desain grafis yang saat ini tersedia 1. Desain grafis identitas visual Sistem identitas visual adalah suatu sistem komunikasi visual yang membentuk identitas dari suatu perusahaan, lembaga, maupun produk. Identitas visual sering digunakan untuk membedakan suatu produk atau jasa yang sama dengan milik pesaing sehingga costumer akan dengan mudah mengidentifikasi suatu merek hanya dengan melihat sebagian dari tampilan visualnya. Jadi jika anda ingin membuat suatu merk produk, anda sebaiknya melirik orang yang berfokus pada bidang ini. 2. Desain Antar Muka (User Interface) Desain Antar Muka (UI) adalah bagaimana pengguna berinteraksi dengan perangkat atau aplikasi. UI mencakup semua hal yang berinteraksi dengan pengguna layar, keyboard, dan mouse. Baca juga: 5 Prinsip yang Harus Anda Tahu dalam Mendesain Logo Dalam konteks desain grafis, desain UI berfokus pada pengalaman visual pengguna dan desain elemen grafis di layar seperti tombol, menu, mikro – interaksi, dan banyak lagi. Ini adalah pekerjaan desainer UI untuk menyeimbangkan daya tarik estetika dengan fungsi teknis. 3. Desain grafis pemasaran & periklanan Suatu perusahaan dengan suatu produk agar dikenal oleh masyarakat bergantung pada upaya pemasaran dan periklanan. Pemasaran dan periklanan bertujuan untuk membujuk setiap masyarakat mengambil keputusan untuk membeli suatu produk. Tentu konten visual yang menarik dan dengan ide yang cemerlang akan mempengaruhi orang dalam memutuskan untuk membeli sebuah produk. Karena orang akan selalu menginginkan konten visual yang lebih menarik, desain grafis membantu organisasi mempromosikan dan mengkomunikasikan produk mereka. 4. Publikasi Publikasi adalah bagian dalam industri desain grafis yang berkomunikasi dengan masyarakat melalui distribusi publik. Mereka sering disebut sebagai industri media cetak. Seperti buku, koran, majalah, dan katalog. Namun, baru-baru ini ada peningkatan signifikan dalam penerbitan digital. Desainer grafis yang mengkhususkan diri dalam publikasi bekerja sama dengan editor dan penerbit untuk membuat tata letak dengan tipografi yang dipilih dengan cermat dan karya seni yang menyertainya, yang meliputi fotografi, grafik dan ilustrasi. 5. Motion Grafis Secara sederhana, motion grafis adalah percabangan dari seni desain grafis yang merupakan penggabungan dari ilustrasi, tipografi, fotografi dan videografi dengan menggunakan teknik animasi bergerak. Ini dapat mencakup animasi, audio, tipografi, citra, video, dan efek lain yang digunakan dalam media online, televisi, dan film. Popularitas media telah meroket dalam beberapa tahun terakhir seiring dengan peningkatan teknologi dan konten video. Contoh motion grafis adalah Iklan Logo animasi Cuplikan Presentasi Video promosi Video tutorial Situs web Aplikasi Video game Spanduk GIF 6.Desain Kemasan (packaging) Sebagian besar produk memerlukan beberapa bentuk kemasan untuk melindungi dan menyiapkannya untuk penyimpanan, distribusi, dan penjualan. Tetapi desain kemasan juga dapat berkomunikasi langsung dengan konsumen, yang menjadikannya alat pemasaran yang sangat berharga.



 Setiap kotak, botol dan tas, setiap kaleng, wadah, atau tabung adalah kesempatan menceritakan kisah tentang suatu merek. Desainer kemasan membuat konsep, mengembangkan maket, dan membuat file siap cetak untuk suatu produk. Ini membutuhkan pengetahuan ahli tentang proses cetak dan pemahaman yang tajam tentang desain dan manufaktur industri. Karena desain kemasan menyentuh banyak disiplin, tidak jarang desainer menemukan diri mereka menciptakan aset lain untuk produk seperti fotografi, ilustrasi, dan identitas visual. 7. Grafis Lingkungan Grafis lingkungan secara visual menghubungkan orang ke tempat-tempat untuk meningkatkan pengalaman mereka secara keseluruhan dengan menciptakan suatu tempat yang lebih mudah diingat, menarik, informatif atau lebih mudah dinavigasi. Contoh desain grafis lingkungan Signage Mural dinding Pameran museum Merek kantor Navigasi transportasi umum Interior toko ritel Ruang acara dan konferensi 8. Seni dan ilustrasi untuk desain grafis Seni grafis dan ilustrasi sering terlihat sama dengan desain grafis, namun masing-masing sangat berbeda. Desainer menciptakan komposisi untuk berkomunikasi dan memecahkan masalah, seniman grafis dan ilustrator membuat karya seni asli. Seni mereka mengambil sejumlah bentuk, dari seni murni hingga hiasan hingga ilustrasi mendongeng. Contoh seni dan ilustrasi untuk desain grafis : Desain kaos oblong Pola grafis untuk tekstil Grafis gerakan Gambar stok Novel grafis Video game Anda suda melihat kedelapan spesialis desain grafis yang terbagi menjadi beberapa bagian. Semoga itu dapat membantu anda menemukan pekerja desain grafis yang tepat untuk bisnis dan usaha anda.

Rabu, 07 Juli 2021

 


Cara Modifikasi Blog

  1. Masuk ke Blogger.com
  2. Pilih blog mana yang ingin didesain templatenya
  3. Pada menu sebelah kiri, silahkan klik Template
  4. Klik Sesuaikan (jika ingin mengedit tanpa coding) dan klik Edit HTML (jika mau mencoba mengedit dengan coding)
  5. Pada menu sebelah kiri, kalian bisa memilih Template, untuk mendesain latar belakang, lebar blog, tata letak dan tingkat lanjut.
  6. Jika sudah selesai, klik Terapkan ke blog di kanan atas
  7. Untuk melihat hasil desain, klik Lihat Blog di kanan atas.

Selasa, 13 April 2021

 RANGKUMAN MATERI KAJIAN PEMAKAI 

Oleh : Rostini Anwar., M.I.Kom

Kajian pemakai dan evaluasi informasi merupakan salah satu kegiatan utama dalam manajemen koleksi perpustakaan. Kajian pemakai dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui bagaimana, mengapa, kapan, dan dimana orang mencari informasi dan menggunakan sumber-sumber informasi.
Informasi yang kita gunakan untuk mengerjakan tugas sehari-hari, dan untuk keperluan lain-lain haruslah kita evaluasi terlebi dahulu, arena belum tentu informasi yang kita temukan itu sesuai dengan kebutuhan kita. Mungkin saja informasinya menyesatkan dan tidak dapat dipercaya atau berasal dari sumber yang tidak kredibel. kemungkinan lain datanya sudah ketinggalan atau sudah tidak up to date sehingga informasinya tidak memiliki nilai lagi. Sebagai contoh bila kita menemukan buku, maka kita harus memeriksa siapa penulisnya, tahun berapa ditulisnya/diterbitkan, dan sekilas tentang apa isinya.
Demikian pula bila kita menemukan sumber informasi di internet, kita harus selalu mengevaluasinya terlebih dahulu sebelum digunakan. Ada beberapa alasan mengapa kita harus berhati-hati dengan sumber informasi dari internet yang begitu luas dari semua cakupan bidang kehidupan yang terbuka, dibuat oleh siapa saja, setiap orang, dan berbagai lapisan masyarakat, lembaga dengan mudah. Untuk itu kelayakan informasi yang didapat harus kita ketahui dengan jelas dan dapat dipertanggung-jawabkan.
 

 
A. Definisi Kajian Pengguna dan evaluasi informasi
Definisi Kajian Pengguna
ANALISIS INFORMASI
Analisis informasi terjadi pada waktu menguraikan informasi yang terdapat dalam dokumen yang berhubungan dengan subjek tertentu. Maka dalam satu bank data mensuplai data pada pelayanan analisis informasi menunjukkan dokumen dengan data yang memiliki kategori yang berbeda beda. Untuk menelusur dokumen yang betul-betul berhubungan dengan subjek yang lebih rinci.
Kajian pemakai
Dalam penggunaan informasi tercakup semua pembahasan tentang dokumen primer, sekunder dan tersier, teknik temu balik informasi Serta media dan fasilitas yang digunakan untuk mecapai tujuan bersama penggunaan informasi seefisien mungkin. Kebutuhan informasi merupakan masalah signifikan dalam sistem manusia untuk belajar.
Maka kebutuhan informasi adalah informasi yang digunakan seseorang untuk pekerjaan, penelitian, kepuasan rohaniah, pendidikan dan lain-lain. penggunaan informasi merupakan perilaku dan data dikumpulkan menyangkut suatu kebutuhan seorang pemakai. Di perpustakaan kegunaan kajian pemakai untuk mengatasi masalah yang dihadapi untuk memnuhi kebutuhan informasi pengguna
 
Definisi evaluasi informasi
 
 Berikut ini fungsi informasi dalam suatu organisasi informasi :
1. Manajemen operasional informasi
2. Penyiapan data/informasi untuk orang lain
3. Analisis data/informasi untuk orang lain
4. Menelusur untuk orang lain
5. Fungsi operasional informasi lainnya
6. Analisis sistem informasi
7. Penelitian dan pengembangan informasi
8. Pendidikan dan pengembangan informasi
9. Pendidikan/pelatihan pekerja informasi
 
Tujuan Kajian Pengguna dan evaluasi informasi
Tujuan Kajian Pengguna
Kajian pemakai dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui bagaimana, mengapa, kapan dan dimana orang mencari informasi. Kajian pemakai ini dapat dilakukan secara informal, seperti observasi melalui koran dengan memperhatikan berita tentang kegiatan dan kejadian setempat (untuk perpustakaan umum), atau membaca terbitan-terbitan fakultas (di perpustakaan umum), atau membaca terbitan-terbitan fakultas (di perpustakan perguruan tinggi). Kajian ini juga dapat dilakukan secara formal yaitu dengan mengadakan penelitian yang menghaslkan suatu profil masyarakat. Selanjutnya, menurut yulia, dkk. (1993) kajian formal diperlukan karena berikut ini.
1. Cara informal sering menghasilkan gambaran subjektif karena terbatas pada apa yang diobsesikan oleh satu orang atau kelompok orang tertentu sehingga belum menggambarkan secara keseluruhan.
2. Penelitian formal lebih sistematis dan dapat menghasilkan gambran yang lebih menyeluruh dan masyarakat sehingga pustakawan dapat menempatkan apa yang mereka telah ketahui dalm rangka yang lebh luas dan memungkinkan untuk mengidentifikasi kelompok yang belum terlayani dengan baik.
3. Untuk mepertanggung jawabkan layanan dan koleksi yang akan dikembangkan dan alokasi dana perpustakaan, diperlukan data yang objektif dan akurat.
 
Tujuan evaluasi informasi
Secara umum, kriteria dalam melakukan evaluasi dibagi ke dalam 3 bagian utama. Informasi lengkap akan tertulis di masing-masing jenis evaluasi. Pada sumber tercetak dan non tercetak memiliki beberapa kesamaan dalam hal mengevaluasi satu karya. Tujuan dari evaluasi informasi tersebut sebagai berikut.
1. Kepengarangan (Authorship), mengecek kredibilitas dari dari pengarang atau organisasi dari karya yang akan dibaca.
2. Kesesuaian (Relevance), kesesuaian dibutuhkan untuk mengetahui tingkat relevansi dengan topik yang akan ditulis. Meskipun informasi memiliki kualitas sangat baik tetapi tidak relevan dengan rencana tulisan yang akan dibuat tetap tidak dikategorikan relevan.
3. Kekinian (Currency), kekinian sangat dibutuhkan untuk lebih mengetahui perkembangan satu ilmu. Ini penting karena dengan melihat kekinian maka satu ilmu akan diketahui seberapa jauh tingkat perkembangannnya.
 
Metode Kajian Pengguna dan evaluasi informasi
2.3.1. Metode kajian pengguna
Walaupun kajian pemakai ini bermanfaat bagi perpustaakan, namun untuk melakukannya memerlukan waktu serta biaya. Karenanya, apabila kita ingin melakukan kajian pemakai, hendaknya direncanakan secara matang supaya hasilnya benar-benar bermanfaat bagi perpustakaan. beberapa yang harus dipertimbangkan adalah sebagai berikut.
1. Pelaku kajian pemakai
Kajian pemakai dapat dilakukan oleh baik pustakawan maupun oleh pihak ketiga atau kombinasi keduanya. Melakukan sendiri kajian pemakai ini sering kurang akurat karena pustakawan umumnya kurang berpengalaman dalam melakukan kajian sehingga hasilnya dapat bias. Apabila dilakukan oleh pihak ketiga tentu memelukan biaya. Hal yang paling baik adalah dikerjakan oleh pihak ketiga, namun ada keterlibatan dari pustakawan sehingga ada proses pembelajaran bagi pustakawan. Pada saatnya kajian pemkai ini dapat dilakukan sendiri oleh pustakawan.
2. Informasi yang diajarkan dalam menyusun kajian pemakai
Walaupun tujuan masing-masing jenis perpustakaan berbeda namun beberapa data untuk kajian pemakai relatif sama yaitu historis, geografis, transport, administratif, politik, demografi, ekonomi, komunikasi dan media massa, organisasi sosial dan pendidikan, lembaga kebudayaan dan fasilitas rekreasi, perpustakaan dan unit informasi lain dalam wilayah administrasi yang sama.
 
3. Metode yang digunakan untuk mengumpulakan data dalam rangka melakukan kajian pemakai
a. Memelajari laporan, sumber-sumber data statistik, direktori, peta, data yang telah dikumpulkan oleh organisasi dan lembaga lain, arsip surat kabar dan survei lain.
b. Melakukan wawancara secara informal dengan tokoh masyarakat dan orang lain dan mengetahui banyak hal tentang masyarakat tersebut.
c. melakukan wawancara formal dengan anggota masyarakat atau penyebaran kuesioner kepada pemakai atau non pemakai.
d. Observasi terencana.
4. Kegunaan kajian pemakai dilakukan
Data yang telah terkumpul dianalisis sehingga perpustakaan dapat memutuskan mana fakta-fakta yang penting yang digunakan dalam mengatasi perpustakaan yang dihadapi. Misalnya, bacaan apa yang diminati oleh pemakai, kelompok masyarakat mana yang belum terlayani.
 
Metode evaluasi informasi

  Evaluasi Sumber Informasi Tercetak

· Pengarang (Author)
o Anda dapat mengetahui latar belakang penulis, seperti pendidikan, posisi saat ini dll.?
o Apakah penulis berkualitas (qualified) memiliki otoritas untuk menulis untuk menulis pada satu topik tertentu?
· Tanggal penerbitan (Date of publication)
o Kapan buku atau artikel tersebut diterbitkan?
o Apakah tanggal tercantum sesuai dengan topik yang akan ditulis?
· Penerbit (Publisher)
o Apakah anda mengenal dengan baik penerbitnya?
o Apakah penerbit sudah terbiasa dalam menerbitkan karya-karya ilmiah, seperti Oxford University Press; UI Press dll.?
· Judul jurnal (Title of Journal)
o Apakah jenis Jurnal dikategorikan ilmiah, popular atau perdangangan?
o Apakah jurnal masuk kategori jurnal ilmiah?
· Pembaca yang dituju (Intended audience)
o Apakah karya tersebut ditujukan untuk kelompok pembaca tertentu?
o Apakah karya tersebut dikategorikan karya umum yang bisa dibaca oleh masyarakat umum?
· Objektifitas (Objectivity / Bias)
o Apakah karya tersebut objektif berdasarkan kajian ilmiah atau penelitian?
o Apakah data yang ditampilkan merupakan data factual, bukan propaganda atau pendapat umum?
· Isi (Content)
o Apakah isi diperoleh dari sumber pertama (primary sources) atau sekunder (secondary sources)?
o Apakah karya tersebut masuk dalam sumber pertama di bidangnya?
· Tinjauan (Reviews)
o Apakah terdapat tinjauan terhadap karya-karya tersebut, contoh artikel jurnal dan buku dll. ?
o Apakah karya tersebut sudah ditinjau dari sudut pandang yang berbeda, seperti sudut pandang ahli di bidang lain.?

Evaluasi Sumber Informasi Non Tercetak

· Pengarang atau organisasi (Author or Organization)
o Adakah karya lainnya dari penulis tersebut?, Jika ya, apakah penulis sudah jelas identitasnya?
o Apakah penulis mempunyai kapabilatas untuk menulis di topic tersebut?
o Apakah penulis berafiliasi dengan universitas dan organisasi tertentu?
o Adakah karya-karya penuls di sitasi oleh penulis lainnya?
o Apakah sumber-sumber tersebut mewakili kelompok, organisasi, kelembagaan, korporasi atau badan lembaga lainnya?
o Adakah sarana berkomunikasi lebih lanjut (kontak) dengan penulis dan atau organisasi tersebut?
· Ketepatan (Accuracy)
o Apakah sumber informasi tersebut sudah di edit atau di kaji sebelum dipublikasikan?
o Apakah informasi yang faktual sudah diverifikasi dengan sumber-sumber yang terpecaya?
o Apakah sudah jelas siapa yang bertanggungjawab terhadap ketepatan informasi tersebut?
o Apakah data dalam bentuk grafik, diagram sudah jelas sumber informasinya?
· Kekinian (Currency)
o Adakah tanggal kapan karya tersebut dibuat atau diterbitkan?
o Sudah jelaskan kapan sumber tersebut terakhir diperbaharui, direvisi atau di edit?
o Adakah indikasi jika materi tersebut sering diperbarui atau secara konsisten selalu menampilkan informasi terkini?
o Adakah links ke wesites yang terbaru?
· Objektif (Objectivity)
o Apakah halaman situs bebas iklan atau promosi?
o Apakah halaman yang ditampilkan bias atau mengandung banyak perspektif?
o Adakah kejelasan tentang sudut pandang lain dari subjek tersebut di masa yang akan dating?
o Apakah mengandung bahasa yang provokatif?
· Cakupan (Coverage)
o Apakah sumber informasi tersebut selalu terbaru dari karya lainnya dan mendukung karya lain yang anda baca sebelumnya?
o Apakah sumber informasi mencakup topik yang komprehensif atau hanya meninjau dari satu aspek saja?
o Apakah sumber online tersebut sudah baik atau masih dalam penataan (under construction)?
o Jika sumber online memiliki sumber tercetak, apakah bentuk tercetak sesuai dengan informasi di website, atau hanya ada di situs saja tanpa bentuk tercetak? 
 
 
 SARAN BAGI PUSTAKAWAN DAN PEMUSTAKA
  • Bagi pemustaka,sebaiknya terlebih dahulu mengkaji dan mengevaluasi informasi yang didapatkan sebelum digunakan untuk kebutuhan penelitian, bahan literatur
  • Bagi Perpustakaan, sebaiknya perpustakaan mengelola informasi sebaik mungkin sehingga tidak terjadi, informasi yang kurang tepat bagi pemustaka
DAFTAR PUSTAKA
Chan, L.M.1999. A Guide to the Library of Congress Classification Fifth Edition. Englewood-Colorado: Libraries Unlimited,INC.
Chan, L. M. 2005.Library of Congress ubject Headings. United State of Amerika: Greenwood Publishing Group,Inc
Diftman, H. & Jane Hardy. 2007. Learn Library of Congress Classification. North American : Totalrecall Publications, Inc.
Library of Congress. History of the library, (Online), (https:// www. loc.gov/about/history-of—the-library/), diakses pada 30 September 2015.
Sulistyo-Basuki. 1993. Pengantar Ilmu Perpustakaan. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.
Fadlolei, Odo.2007. Perpustakaan di Amerika Serikat:Library of Congress. Bandung:STBA YAPARI
 

Selasa, 06 April 2021

 ILMU PERPUSTAKAAN DAN INFORMASI

 

   KAJIAN PEMAKAI 

 Oleh : Rostini Anwar., M. I.Kom

Sesi 7 


Kajian Pemakai atau disebut juga Kajian Pemustaka adalah upaya untuk mengkaji perilaku pemustaka di perpustakaan khususnya apa yang dilakukan pemakai di perpustakaan seperti: meminjam dan mengembalikan buku, menyelesaikan tugas individu/ kelompok. kirim/ baca e-mail, Belajar, print/ copy/ scan, bertemu kawan, menitipkan barang, charge laptop/ mobile phone, mengikuti pertemuan/ presentasi, bereksperimen, makan-minum, promosi/ pameran, ngadem, etc...Tipe pemakai pada Buku Pendit (Kajian Pemakai) terdiri dari :

  1. Pemakai yang belum terlibat dalam kehidupan aktif pencarian informasi 
  2. Pemakai yang mempunyai pekerjaan tetap dengan bidang spesialis tertentu
  3. Pemakai umum


 

Sementara tipe pemakai menurut Fisher berdasarkan kebutuhannya dibedakan menjadi:

  1. Pemakai yang membutuhkan informasi
  2. Pemakai yang membutuhkan materi dan fasilitas pencarian informasi
  3. Pemakai yang membutuhkan panduan dan dukungan informasi

 Konsep Kajian Pemakai pada era teknologi informasi mengalami perkembangan paradigma seiring perubahan yang terjadi, yaitu paradigma fisik menjadi paradigma kognitif, bahwa

  1. Yang sebelumnya objektif menjadi subyektif
  2. Yang sebelumnya di luar manusia menjadi individual
  3. Yang sebelumnya dapat disentuh menjadi tidak dapat disentuh

Perpustakaan perlu melakukan kajian pemakai, karena:

  1. Pemustaka adalah barometer perpustakaan
  2. Pemustaka merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari perpustakaan
  3. Pemustaka merupakan tujuan utama dari perpustakaan

Konsep kajian pemakai digunakan pada saat :

  1. Meneliti karakteristik pemustaka
  2. Pada saat mempelajari individu sebagai pemustaka
  3. Pada saat akan menjelaskan masalah-masalah yang ditemukan secara tidak langsung

Manfaat Kajian Pemakai:

  1. Mengevaluasi efektivitas  penggunaan bahan perpustakaan & pelayanan perpustakaan
  2. Menyediakan informasi untuk membantu memecahkan masalah (memodifikasi program, menetapkan layanan baru)
  3. Mengidentifikasi kelompok pemustaka yang membutuhkan pelayanan lebih baik
  4. Menyediakan umpan balik bagi perpustakaan untuk mengatasi kekurangan
  5. Memperbaiki hubungan antara pemustaka dengan perpustakaan
  6. Mengidentifikasi perubahan kecenderungan pemustaka, minat dan sikap

Manfaat lainnya bagi pustakawan adalah membantu meningkatkan layanan yang sesuai dengan kebutuhan pemustakaManfaat lainnya dari perpustakaan adalah umpan balik dan evaluasi layanan dengan memberikan layanan yang lebih baikKesimpulan yang dapat diambil, adalah kajian pemakai menggunakan kajian ilmiah      

 

REFERENSI

Pendit, Putu      Laxman. Kuliah-4 kajian pemakai.
 
 Buku Pedoman Perpustakaan Perguruan Tinggi. Edisi 2. Jakarta :Depdikbud RI Direktorat jenderal Pendidikan Tinggi

 




Program Studi Ilmu Perpustakaan FISIP Uncen Gelar Seminar Internasional Bertajuk “Challenges and Developments in Library and Information Sci...